Pope-Easter5
Foto CNS/Paul Haring

Sebelum Audiensi Umum hari Rabu, 31 Oktober 2018, Paus Fransiskus menyambut delegasi dari Lembaga Biblika Amerika di kompleks Aula Paulus VI dan mendorong mereka untuk melanjutkan bahkan mengintensifkan komitmen mereka untuk misi lembaga itu, yakni “mengubah kehidupan melalui Sabda Tuhan.”

Sesungguhnya, lanjut Paus, Sabda Tuhan memiliki kekuatan mengubah kehidupan. Dengan mengutip Surat kepada Orang Ibrani, Paus mengatakan, Sabda Tuhan itu “hidup dan kuat, lebih tajam daripada pedang bermata dua …”

Paus menggarisbawahi bahwa “tidak ada kitab lain yang memiliki kekuatan sama,” dan melanjutkan, “kita mengakui bahwa Roh Kuduslah yang mengilhaminya: hanya dalam Roh Kudus, Kitab Suci dapat benar-benar diterima, dijalani dan diwartakan, karena Roh Kudus mengajarkan semua hal dan mengingatkan kita tentang semua yang Yesus katakan.”

Kepada yang hadir Paus menjelaskan bahwa Sabda Tuhan “adalah madu, yang memberikan kemanisan yang menyenangkan dari Tuhan, tetapi juga pedang yang membawa kegelisahan yang bermanfaat ke dalam hati kita. Karena, (Sabda Tuhan) menembus ke kedalaman dan menerangkan relung jiwa yang gelap. Ketika menembus, sabda itu memurnikan.” Ujung ganda “pedang” ini, kata Paus, mulanya mungkin melukai, tetapi terbukti bermanfaat, karena dia memotong segala sesuatu yang menjauhkan kita dari Tuhan dan cinta-Nya.

Akhirnya, kata Paus Fransiskus, Sabda Tuhan menilai pikiran dan niat. “Sabda kehidupan adalah juga kebenaran dan sabda-Nya ‘menciptakan’ kebenaran di dalam kita, seraya membuang setiap bentuk kesalahan dan kebohongan. Kitab Suci senantiasa menantang kita untuk mengarahkan kembali jalan kita kepada Tuhan. “Membiarkan diri kita ‘dibaca’ oleh Sabda Tuhan, membuat kita boleh menjadi ‘buku-buku terbuka,’ renungan yang menghidupkan tentang sabda yang menyelamatkan, saksi-saksi Yesus dan pewarta-pewarta kebaruan-Nya.(PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan Vatican News)

Tinggalkan Pesan