Ziarah Salib OMK mempersiapkan OMK Keuskupan Gumaca untuk Tahun Orang Muda 2019. Foto diambil dari cbcpnews.net
Ziarah Salib OMK mempersiapkan OMK Keuskupan Gumaca untuk Tahun Orang Muda Filipina 2019. Foto diambil dari cbcpnews.net

Setelah Sinode Para Uskup tentang Orang Muda yang dimulai 3 Oktober 2018 dengan tema “Orang Muda, Iman dan Pencermatan Panggilan” berakhir di Vatikan hari Minggu, 28 Oktober, Gereja Katolik Filipina akan merayakan “Tahun Orang Muda” 2019.

Berbicara kepada kantor berita Fides dari Vatikan, Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Filipina (CBCP) mengatakan bahwa “Tahun Orang Muda 2019″ akan secara resmi dimulai pada pesta Kristus Raja, 25 November 2018, tetapi upacara pembukaannya akan diadakan 2 Desember di Manila.

Komisi itu telah mengundang jaringan dari 86 pemimpin pelayanan orang muda Katolik (OMK) tingkat keuskupan dan para pemimpin organisasi kaum muda nasional untuk “mengambil bagian dalam pelaksanaan umum dan memberikan kontribusi mereka, termasuk dalam menciptakan logo resmi dan lagu tema,” kata seorang anak OMK, Eva Mae Famillaran Palmero, kepada Fides.

“Perayaan Tahun Orang Muda akan menjadi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman, untuk berbagi, berdoa, mewartakan cinta Tuhan bagi orang lain. Tahun  itu akan menjadi kesempatan untuk menjadi lebih teguh dalam iman,”  kata Jovanie Bacolcol, seorang pemimpin dan animator OMK kepada Fides.

Tahun Orang Muda adalah bagian dari persiapan bertahun-tahun oleh Gereja Katolik Filipina menuju 2021, perayaan lima abad kedatangan Injil di Filipina. Setiap tahun didedikasikan pada tema khusus. Tahun 2018 untuk para imam dan kaum religius.

Menurut surat gembala CBCP 2012, persiapan untuk perayaan itu dilakukan selama sembilan tahun. “Kami menantikan dengan rasa syukur dan sukacita tanggal 16 Maret 2021, perayaan lima abad kedatangan agama Kristen ke tanah tercinta kami,” tulis para uskup.

Misa pertama di bumi Filipina, tulis surat gembala itu, dirayakan di Pulau Limasawa pada Minggu Paskah, 31 Maret 1521, dan orang-orang Kristen Filipina pertama adalah Rajah Humabon dan Hara Amihan, yang dibaptis masing-masing dengan nama Carlos dan Juana.

Para misionaris Spanyol membawa iman Kristen ke Filipina 500 tahun lalu dan kini negara itu menjadi rumah bagi populasi Katolik terbesar di Asia. Dari 110 juta penduduk, 80 persen di antaranya beragama Katolik.(PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan Agenzia Fides dan Vatican News)

Tinggalkan Pesan