Para saudara Dominikan berziarah melintasi Belanda. Foto IDI
Para saudara Dominikan berziarah melintasi Belanda. Foto IDI

Enam biarawan Dominikan berjalan melintasi Belanda sepanjang 130 kilometer menuju biara baru mereka di kota Rotterdam. Dengan ditemani dan disambut oleh banyak orang, mereka pergi ‘dengan keyakinan yang kuat,’ seperti moto acara yang menarik banyak perhatian di negara itu.

Pastor Alain Arnould OP, socius untuk Eropa Barat Laut dan Kanada, menyertai saudara-saudara Belanda itu sepanjang minggu. Saudara-saudara itu berjalan sesuai misi baru mereka untuk menghormati para pendahulu mereka.

Ordo Dominikan hadir di Belanda sejak 1252. Saat ini provinsi itu memiliki 53 anggota, 45 di antaranya sudah lanjut usia. Ziarah itu dimulai 13 Agustus 2018 dari Gereja Santo Stephanus yang besar di Nijmegen, yang dikonsekrasi oleh Albert Agung tahun 1273. Relikui orang kudus Dominikan itu disimpan di gereja itu. Sebelum melakukan perjalanan, saudara-saudara itu menyalami relikui itu. Mereka juga berjalan untuk merayakan tradisi mereka ke komunitas baru di Rotterdam.

Setiap hari 10 hingga 20 orang bergabung dengan ziarah itu, sebagian besar saudara dan saudari dari Keluarga Dominikan dan teman-teman Dominikan, baik pribadi maupun Ordo. Makanan dan tempat tinggal disediakan oleh paroki-paroki setempat, beberapa di antaranya dulunya dijalankan oleh Dominikan, dan paroki-paroki sukarelawan.

Menjadi pewarta di abad 21 juga berarti berkomunikasi melalui media massa. Perhatian para wartawan sungguh luar biasa. Menarik membaca kisah pria-pria muda berubah putih berjalan di tanggul sungai di musim panas, terutama di masyarakat Belanda yang sangat sekuler.

Namun, permintaan-permintaan wartawan untuk berjalan bersama ditolak, guna menjaga ziarah itu. Namun sebelumnya saudara-saudara itu memberi kesempatan wawancara, dan dua profesional muda membantu mereka membuat blog lewat situs web www.dominicanen.nl dan media sosial.

Setiap hari dimulai dengan meditasi singkat melalui YouTube dan berakhir dengan kesan yang difilmkan. Di awal 2013, saudara-saudara Belanda rata-rata merupakan yang tertua di dunia, dan tidak ada siswa selama 18 tahun. Kemudian mereka memilih saudara terbungsu mereka, René Dinklo (saat itu 47) sebagai superior provinsi mereka. Itu terjadi di hari yang sama saat Paus Fransiskus terpilih, 13 Maret. Sejak itu, delapan pria muda bergabung dengan Ordo.

Saudara-saudara baru disambut hangat oleh para biarawan Dominikan Belanda dan Keluarga Dominikan. Namun demikian, dewan provinsi memutuskan untuk memberikan kesempatan kepada pria yang lebih muda untuk membentuk misi mereka sendiri, daripada menugaskan mereka hidup di biara-biara yang sebagian besar saudaranya sudah lansia.

Saudara-saudara yang tinggal di Rotterdam dengan ramah memberi tempat bagi penerus mereka yang lebih muda, yang akan mulai membangun komunitas bersama dua saudara lebih tua. (PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan International Dominican Information (IDI) Agustus 2018)

Artikel Terkait:

Biarawan, suster dan awam Dominikan lakukan napak tilas Santo Dominikus

OP rayakan yubileum dengan ziarah tiga hari tanpa alas kaki makan roti kering

Dua imam Dominikan jalan kaki sekitar 725 kilometer untuk berjumpa masyarakat

Tinggalkan Pesan