Paus Fransiskus membawa Injil saat merayakan Kamis Putih di Basilika Santo Petrus di Vatikan, 29 Maret 2018. Foto Paul Haring/CNS
Paus Fransiskus membawa Injil saat merayakan Kamis Putih di Basilika Santo Petrus di Vatikan, 29 Maret 2018. Foto Paul Haring/CNS

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

434. ”Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” (Mat 19:16)

Kepada seorang pemuda yang mengajukan pertanyaan ini, Yesus menjawab, ”Jika engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah”, dan kemudian Dia menambahkan, ”Datanglah kemari dan ikutilah Aku” (Mat 19:16-21). Mengikuti Yesus mengandung arti termasuk menaati perintah-perintah Allah. Hukum tidak dihapuskan, tetapi manusia diundang untuk menemukannya kembali dalam Pribadi Guru ilahi, yang melaksanakannya secara sempurna dalam Diri-Nya, menyingkapkan arti yang sebenarnya, dan memaklumkan keabsahannya yang tetap.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 2052-2054, 2075-2076

435. Bagaimana Yesus menafsirkan Hukum?

Yesus menafsirkan Hukum dalam terang perintah rangkap tetapi satu, yaitu perintah cinta kasih, kepenuhan Hukum: ”Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada dua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan Kitab para Nabi” (Mat 22:37-40).

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 2055

1 komentar

Tinggalkan Pesan