Paus Fransiskus bersama para biarawan Kapusin dalam Kapitel Umum mereka di Roma, 14 September 2018  (Vatican Media)
Paus Fransiskus bersama para biarawan Kapusin dalam Kapitel Umum mereka di Roma, 14 September 2018 (Vatican Media)

Paus Fransiskus bertemu dengan saudara-saudara dina Kapusin dalam Kapitel Umum mereka di Roma dan memberi tahu kepada mereka bahwa kesederhanaan dan ketenangan di kalangan komunitas mereka adalah tanda-tanda yang terlihat dari Tuhan.

Setelah menyambut Minister General yang baru, Saudara Roberto Genuin, Paus Fransiskus mengakui beberapa titik fokus Kapitel Umum tahun ini, termasuk mempelajari tema “mengambil kuk saya … dan belajar dari saya,” dan dokumen yang membantu mengarahkan kaum hidup bakti ke hati Injil.”

Dalam sambutan yang dipersiapkan, seperti dilaporkan oleh Francesca Merlo dari Vatican News, Paus Fransiskus mendesak para biarawan itu mendorong diri mereka sendiri “untuk menjalani pelayanan dan kegiatan keagamaan dengan rasa syukur, kerendahan hati dan kelemahlembutan.” Dengan demikian, jelas Paus, mereka akan mengikuti teladan Santo Fransiskus dari Asisi. “Dengan cara ini, dengan tindakan nyata setiap hari, kalian akan bisa menghidupkan ‘kekecilan’ yang menjadi ciri pengikut Fransiskus,” kata Paus.

“Beginilah cara Tuhan bertindak,” kata Paus. “Dia melakukan sesuatu dengan cara sederhana. Kerendahan hati dan kesederhanaan adalah cara hidup Allah.” Inilah cara hidup yang diminta dipikul oleh umat Kristen dalam kehidupan dan misinya.

“Keagungan sejati adalah membuat diri kalian kecil, dan melayani,” kata Paus Fransiskus.

Paus meminta agar “dengan ‘kekecilan’ dalam hati dan cara hidup kalian ini, kalian membawa bagian kalian dalam upaya Gereja untuk penginjilan.” Ini dapat dilakukan terutama dengan membawa karya kerasulan kepada orang yang miskin dan yang menderita, tegas Paus.

Paus Fransiskus mendorong para Kapusin agar tidak putus asa saat menghadapi kesulitan. “Biarkan sukacita Injil menjadi sumber kekuatan dan konsistensi kalian,” kata Paus.

“Saat ini kita mengalami kesulitan-kesulitan spiritual dan moral karena hilangnya referensi iman yang aman dan menghibur,” kata Paus Fransiskus. Kini, orang merasa perlu diterima, didengarkan, dan diterangi dengan cinta. Paus mengatakan bahwa para biarawan Kapusin menciptakan hubungan dengan orang-orang melalui cara hidup mereka yang dapat dihubungi, “partisipasi aktif mereka dalam masalah-masalah konkrit, dalam percakapan spiritual dan dalam pelaksanaan Sakramen Rekonsiliasi.”

Paus mendesak mereka untuk “menumbuhkan spiritualitas yang kuat yang menyampaikan kepada semua orang panggilan untuk mengerjakan ‘hal-hal di atas’.” Dengan demikian, kata Paus Fransiskus,  “kalian akan lebih meyakinkan.”

Paus mengatakan bahwa aspek penting lain dalam kehidupan komunitas Kapusin adalah “persatuan dan persekutuan,” yang dipenuhi melalui dedikasi waktu untuk mendengarkan dan berbicara, guna “memperkuat discernment persaudaraan.”

Paus mengakui sejarah Ordo Kapusin, “yang kaya dengan saksi-saksi Kristus dan Injil yang berani, banyak di antaranya sudah dinyatakan Santo dan Beato.” Paus akhiri sambutannya dengan mengatakan “pengabdian total kepada Allah hingga kemartiran, kehidupan sederhana, kepekaan terhadap orang miskin, pendampingan rohani adalah pendekatan dan kerendahan hati yang memungkinkan semua orang merasa diterima.” Hal ini, kata Paus Fransiskus, adalah identitas Kapusin.(PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Vatican News)

Tinggalkan Pesan