cq5dam.thumbnail.cropped.750.422 (4)
Berdasarkan Foto AFP

Paus Fransiskus telah mengundang para ketua semua konferensi waligereja di seluruh dunia untuk mengadakan pertemuan di Roma guna membahas pencegahan pelecehan terhadap anak di bawah umur dan orang dewasa yang rentan.

Pengumuman itu, menurut Christopher Wells dari Vatican News, disampaikan oleh Wakil Direktur Kantor Pers Takhta Suci Paloma García Ovejero dalam konferensi pers tentang pertemuan Dewan Kardinal Penasihat, yang ditutup 12 September pagi.

Komunike dari dewan kardinal itu memberikan rincian lebih lanjut. Pertemuan dengan Paus akan berlangsung di Vatikan, 21-24 Februari 2019. Dalam pernyataan itu dikatakan bahwa dalam reuni minggu ini, Konsili telah “merenungkan sepenuhnya bersama Bapa Suci tentang masalah pelecehan.”

Pengumuman pers hari Rabu itu didedikasikan untuk peninjauan pertemuan Dewan Kardinal Penasehat minggu ini. Ovejero mencatat bahwa semua anggota dewan hadir, kecuali Kardinal George Pell, Kardinal Francisco Javier Errázuriz, dan Kardinal Laurent Monsengwo Pasinya. Paus Fransiskus sepenuhnya mengikuti dalam karya para kardinal itu, meskipun tidak hadir pada poin-poin tertentu karena tugas resmi lainnya.

Menurut Ovejero, “Sebagian besar pekerjaan dewan itu didedikasikan untuk penyesuaian akhir rancangan Konstitusi Apostolik baru tentang Kuria Roma, yang untuk sementara berjudul Praedicate evangelium.” Salinan teks sementara telah disampaikan kepada Bapa Suci, dengan harapan dokumen itu akan ditinjau kembali dalam kerangka hukum kanonik, dan tunduk pada revisi lebih lanjut.

Kepada yang hadir dalam pertemuan dewan itu, Kardinal Sean Patrick O’Malley OFMCap mengupdate karya Komisi Kepausan untuk Perlindungan Anak di Bawah Umur.

Akhirnya, para kardinal sekali lagi menyatakan solidaritas penuh mereka dengan Paus Fransiskus sehubungan dengan apa yang telah terjadi pada minggu-minggu terakhir.(PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Vatican News)

Tinggalkan Pesan