Pastor Christopher Ogaga. Foto Herald Nigeria

Kepala Paroki Emmanuel Pastor Christopher Ogaga yang diculik akhir pekan lalu di Negara Bagian Delta, Nigeria, dibebaskan tanggal 5 September 2018 dan dilaporkan dalam keadaan sehat setelah menjalani penahanan di tempat terbuka tanpa makanan atau air. Konferensi Waligereja Nigeria mengecam wabah penculikan yang semakin mempengaruhi bangsa itu.

Ketika berbicara dengan “Bantuan untuk Gereja yang Membutuhkan,” seperti dilaporkan oleh Linda Bordoni dari Vatican News, Pastor Clement Abobo dari Keuskupan Warri di Nigeria bagian selatan mengatakan bahwa Pastor Ogaga dalam keadaan sehat dan tidak ada tebusan yang dibayarkan untuk pembebasannya.

Pastor Ogaga diculik hari Sabtu, 1 September, ketika dia melakukan perjalanan dari Okpe ke Warri. Imam itu dijadwalkan untuk merayakan Misa tanggal 2 September pagi.

Para penculik dilaporkan meminta tebusan lebih dari 15 juta Naira (sekitar 40.000 dolar AS), tetapi menurut Pastor Abobo, “segera setelah mereka menyadari tidak ada yang akan membayar uang tebusan itu, mereka membebaskannya.”

Pastor Abobo telah mengunjungi Pastor Ogaga di rumah sakit tempat imam itu menjalani beberapa pengecekan kesehatan dan menegaskan bahwa dia dalam keadaan sehat meskipun dia ditahan di tempat terbuka tanpa makanan atau air.

Pastor Abobo juga menegaskan kembali bahwa tidak ada motif agama di balik penculikan itu. Selama bertahun-tahun, para imam dan religius menjadi sasaran penculikan untuk mendapatkan uang tebusan oleh geng-geng kriminal di Nigeria, bahkan di wilayah-wilayah yang didominasi umat Kristen seperti Negara Bagian Delta.

Di bulan Januari, para uskup Nigeria mengecam “wabah penculikan untuk mendapatkan tebusan yang telah mencapai proporsi yang tak terbayangkan.” Dalam sebuah pernyataan, para uskup menulis bahwa “hari demi hari warga diculik, dihina dan dibuat trauma oleh geng-geng bersenjata. Para penculik itu tanpa ampun. Dalam upaya mereka untuk mendapatkan sejumlah besar uang, mereka melakukan kekerasan terhadap para korban selama beberapa minggu atau bahkan berbulan-bulan,”

Selama bertahun-tahun, Konferensi Waligereja Nigeria telah mengeluarkan rekomendasi yang melarang pembayaran uang tebusan demi pembebasan para imam dan kaum religius.(pcp berdasarkan Vatican News)

Tinggalkan Pesan