Paus Fransiskus bersama peserta konferensi internasional untuk para janda (Foto Vatican Media)
Paus Fransiskus bersama peserta konferensi internasional untuk para janda (Foto Vatican Media)

Paus Fransiskus bertemu para peserta konferensi internasional untuk para janda yang menjalani hidup bakti dan mengajak mereka untuk menggunakan pengalaman-pengalaman mereka guna membantu orang muda dan kaum miskin, dan untuk menjalani hidup sederhana dan rendah hati.

Dalam sambutan yang sudah disiapkan untuk para wanita itu, Paus menggarisbawahi betapa “hidup menjanda merupakan pengalaman yang sangat sulit.” Beberapa janda, lanjut Paus, mencurahkan energi mereka bagi anak-anak dan cucu-cucu mereka.

Dalam pertemuan 6 September 2018 itu, Paus mengatakan bahwa dengan hidup bakti, para janda menunjukkan bahwa dengan dukungan para anggota Gereja mereka bisa menjalani kehidupan pelayanan dengan tetap menjalankan tanggung jawab keluarga, profesional dan sosial mereka.

Hidup bakti kalian dalam menjanda, kata Paus Fransiskus, “adalah karunia yang Tuhan berikan kepada Gereja-Nya untuk mengingatkan kepada semua orang yang dibaptis bahwa kuasa kasih-Nya yang penuh belas kasih adalah jalan kehidupan dan kekudusan, yang memungkinkan kita mengatasi cobaan dan dilahirkan kembali dalam pengharapan dan dalam sukacita Injil.”

Oleh karena itu, kata Paus, “Saya mengajak kalian untuk tetap memandang Yesus Kristus dan memupuk ikatan tertentu yang menyatukan kalian kepada-Nya. Karena di situlah, dalam hati ke hati bersama Tuhan, sambil mendengarkan firman-Nya, kita mendapatkan keberanian dan ketekunan untuk memberikan … yang terbaik dari diri kita melalui hidup bakti dan komitmen kita.”

Paus kemudian mendesak para janda untuk menggunakan pengalaman-pengalaman mereka guna membantu orang muda dan orang miskin, seraya menunjukkan kepada mereka kelembutan Allah dan kedekatan-Nya dalam kasih.

Dengan cara ini, lanjut Paus, “Saya mendorong kalian untuk menjalani hidup bakti kalian dalam kehidupan sehari-hari dengan kesederhanaan dan kerendahan hati.”

Di antara mereka yang hadir hari itu adalah Persaudaraan Our Lady of the Resurrection dan Komunitas Anne the Prophetess yang ada di sejumlah negara. Tujuan mereka adalah untuk menegaskan bahwa keberlangsungan cinta orang sudah menikah berlabuh di dalam Kristus dan menjadi perantara bagi pasangan-pasangan.(paul c pati berdasarkan Vatican News)

Tinggalkan Pesan