glinka svd

“Romo Glinka, semua telah tertata. Kamu pergi dengan megah dan gagah. Hidupmu betapa berarti… senyumlah dengan bangga menuju cahaya abadi yang telah menjemputmu. Requiescat in Pace,” tulis Pastor Agustinus Tri Budi Utomo Pr yang akrab dipanggil Romo Didik dalam halaman Facebooknya.

Berita media sosial tanggal 30 Agustus 2018 sekitar pukul 21.10 tentang meninggalnya Pastor Habil Josef Glinka SVD agak mengejutkan banyak orang karena Pastor Glinka baru merayakan HUT ke-86 tanggal 7 Juni lalu, dan tanggal 26 Agustus masih menghadiri peluncuran buku karangan Bernada Rurit berjudul “Prof. Dr. Habil Josef Glinka, SVD – Perintis Antropologi Ragawi di Indonesia.”

Pastor Glinka yang meninggal di ICU Rumah Sakit RKZ Surabaya, 30 Agustus pukul 22.55. Tanggal 1 September 2018, setelah Misa Tutup Peti yang dimulai pukul 09.00 dengan Selebran Utama Provinsial SVD Jawa Pastor Yoseph Jaga Dawan SVD dan prosesi Rombongan Jenasah dari Soverdi ke Universitas Airlangga pukul 10.30, jenazah pada pukul 12.00 dari dibawa dari Universitas Airlangga dan dimakamkan di Pemakaman Kembang Kuning Surabaya.

Pastor yang lahir di Chorzow, Polandia, 7 Juni 1932 itu adalah juga ilmuwan yang sejak 1985 hingga meninggal berkarya sebagai sebagai guru besar antropologi di Universitas Airlangga, Surabaya. Menurut berbagai catatan, imam yang menguasai dengan baik sembilan bahasa itu hidup mau menolong sesama tanpa memandang latar belakang agama dan status sosial seseorang.

Profesor Bioantropologi (Antropologi Ragawi) pada Jurusan Antropologi, FISIP, Universitas Airlangga, dan pada Fakultas Psikologi, Unversitas Katolik Widya Mandala, Surabaya, itu menempuh pendidikan sekolah dasar dan sekolah menengah di Polandia (1939-1951), kemudian filsafat di Seminari Tinggi Serikat Sabda Allah (SVD), Pieniezno, Polandia (1951- 1954) dan teologi di seminari yang sama (1954-1958). Pastor Glinka ditahbiskan imam tahun 1957.

Sesudah pendidikan teologi, imam itu belajar biologi dan antropologi ragawi di Universitas Adam Mickiewicz, Poznan, Polandia, dan 1974-1975 serta 1976-1977 mengikuti Alexander von Humboldt postdoctoral research fellowship. Gelar Doktor Biologi dalam Antropologi diraihnya tahun 1969 di Jagiellonian University, Krakow, Polandia, dan guru besar dalam Bioantropologi, di universitas yang sama tahun 1977.

Tanggal 27 Agustus 1965 Pastor Glinka tiba di Jakarta. Tahun berikutnya, imam yang pernah mengajar Filsafat Alam di Seminari Tinggi SVD di Pieniezno, Polandia, itu menjadi dosen Antropologi dan Filsafat Alam Hidup di STFK Ledalero, Flores, hingga 1977. Di samping itu Pastor Glinka menjadi dosen tamu di Universitas Nusa Cendana, Kupang, dan Unika Atma Jaya, Jakarta, sejak 1972 hingga 1974.

Sejak 1977 hingga 1985, imam itu menjadi guru besar Antropologi dan Filsafat Alam Hidup di STFK, Ledalero, namun dua tahun di antaranya, yakni 1982 sampai 1983, dia menjadi guru besar tamu di Johannes-Gutenberg-Universität, Mainz Jerman, dan di beberapa Perguruan Tinggi di Polandia.

Selai itu, imam yang sudah melahirkan 13 doktor, baik sebagai promotor dan co-promotor, itu pernah membuat penelitian tentang karakteristik morfologis penduduk Pulau Palue, NTT, berat badan bayi di Flores, NTT, karakteristik antropometris beberapa kelompok etnis di Indonesia, pertumbuhan anak sekolah di Jakarta, system perkawinan di Paroki Nita dan Koting, Flores.

Hal lain yang pernah diteliti adalah norma pertumbuhan anak/remaja di Indonesia, usia menarche pada berbagai kelompok etnis di Indonesia, lingkaran perkawinan di Manggarai, Flores, dan di Timor Tengah Selatan, karakteristik morfologis mahasiswa Universitas Airlangga, pengaruh Medan Geopatis atas fertilitas manusia, dan perubahan tinggi badan di Indonesia.(PEN@ Katolik/shelvy/pcp)

Pastor Agustinus Tri Budi Utomo Pr (Romo Didik) dan Pastor Habil Josef Glinka SVD
Pastor Agustinus Tri Budi Utomo Pr (Romo Didik) dan Pastor Habil Josef Glinka SVD

Tinggalkan Pesan