Paus di tengah 72.000 putra-putri altar. Foto Vatican Media
Paus di tengah 72.000 putra-putri altar. Foto Vatican Media

Dalam Audiensi Luar Biasa di Lapangan Santo Petrus dengan lebih dari 70.000 misdinar berusia 13 sampai 23 tahun dari 19 negara berbeda yang berziarah ke Roma, 31 Juli 2018, Paus Fransiskus menanggapi pertanyaan dari lima misdinar mengenai perdamaian, doa, pelayanan, iman dan kesucian.

Para misdinar itu adalah peserta Ziarah Internasional ke-12 untuk Putera-Puteri Altar yang diselenggarakan oleh Coetus Internationalis Ministrantium (CIM), organisasi internasional untuk perhatian pastoral bagi misdinar yang didirikan tahun 1960.  Ziarah 30 Juli hingga 4 Agustus 2018 itu bertema “Carilah Perdamaian dan Kejarlah!” (Mazmur 34:15).

Dalam laporan Suster Bernadette Mary Reis FSP dari Vatican News, Paus Fransiskus sependapat dengan misdinar yang mengajukan pertanyaan mengenai salam damai dalam Misa. “Perdamaian dan Misa Kudus berjalan bersama,” kata Paus Fransiskus. “Kami berdoa seraya memohon kepada Yesus untuk memberikan kepada kami damai-Nya, dan kami diutus untuk pergi dengan damai di akhir Misa,” lanjut Paus. Kemudian Paus Fransiskus mengusulkan agar kaum muda bertanya pada diri sendiri dalam setiap situasi: “Apa yang akan Yesus lakukan di tempat saya?” Dengan melakukan itu “kita akan membawa damai Kristus ke dalam kehidupan kita sehari-hari,” kata Paus.

Peziarah lain meminta Paus untuk menjelaskan bagaimana mereka dapat hidup kontemplatif ketika melayani. Terhadap pertanyaan ini, Paus mengatakan, “Akan luar biasa jika, di samping pelayanan dalam liturgi, kalian lebih terlibat dalam kehidupan paroki dan mengambil waktu hening dalam kehadiran Tuhan.” Praktik itu, kata Paus, akan memungkinkan mereka menemukan bakat mereka sendiri, cara mengembangkannya dan apa yang direncanakan Allah bagi mereka. “Ingat,” kata Paus kepada mereka, “semakin kalian memberi diri kepada orang lain, semakin kalian mendapatkan kembali kepuasan pribadi dan kebahagiaan sejati!”

Menanggapi pertanyaan mengenai teman-teman peziarah yang tidak masuk gereja, Paus Fransiskus menegaskan, “kalian bisa menjadi rasul, yang mampu menarik orang lain kepada Yesus.” Paus pun menjelaskan dengan mengatakan hal itu akan terjadi “jika kalian dipenuhi semangat besar untuk Yesus.” Paus kemudian mendorong peziarah untuk mengenal dan mengasihi Yesus melalui doa, Misa, bacaan Injil, dan orang miskin. “Cobalah berteman, tanpa pamrih, dengan semua orang di sekitar kalian, sehingga seberkas cahaya Yesus dapat bersinar kepada mereka melalui hati kalian sendiri yang mencintai Dia,” kata Paus.

Untuk pertanyaan tentang perlunya iman, Paus Fransiskus mengatakan bahwa “iman itu laksana udara yang kita hirup” dan iman “membantu kita memahami makna hidup.” Juga dikatakan, imanlah yang membuat kita yakin bahwa kita adalah anak-anak Allah, dan menjadi anggota keluarga-Nya, Gereja. Di sana, “Tuhan memberi makan putra-putri-Nya dengan firman-Nya dan dengan sakramen-sakramen-Nya,” kata Paus Fransiskus kepada mereka.

Pertanyaan terakhir datang dari peziarah yang ingin tahu cara mewujudkan pelayanan menjadi  karya amal kasih guna menjadi suci. Paus menanggapi dengan mengatakan bahwa “rancangan sederhana Yesus untuk semakin suci” adalah perintah untuk mengasihi Allah dan sesama. Perintah ini menjadi lebih konkret dalam karya-karya belas kasih, lanjut Paus. Yang harus ditanyakan adalah, “Apa yang dapat saya lakukan saat ini untuk memenuhi kebutuhan sesama saya?” yang mungkin adalah teman atau orang asing, kata Paus. “Percayalah, dengan melakukan ini, kalian bisa menjadi orang suci sejati, pria dan wanita yang mengubah dunia dengan menjalani cinta Kristus,” Paus mengakhiri sambutannya.(pcp berdasarkan Vatican News)

Artikel Terkait:

Paus dorong putra-putri altar untuk pergi menjadi misionaris ke seluruh dunia

MisdinarMisdinar1Misdinar4

Tinggalkan Pesan