cq5dam.thumbnail.cropped.750.422 (20)

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

354. Apa hubungan antara Sakramen-Sakramen dan kematian seorang Kristen?

Seorang Kristen yang meninggal dalam Kristus, pada akhir eksistensinya di dunia ini, mencapai kepenuhan kehidupan baru yang sudah dimulai dalam Sakramen Pembaptisan, diperkuat dalam Sakramen Penguatan, dan diberi makan dalam Ekaristi, sebagai antisipasi dari perjamuan surgawi. Makna kematian seorang Kristen menjadi jelas dalam terang wafat dan kebangkitan Kristus, satu-satunya harapan kita. Orang Kristen yang meninggal dalam Kristus Yesus pergi “beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan” (2Kor 5:8).

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 1680-1683

355. Apa yang diungkapkan oleh ritus pemakaman?

Walaupun dilaksanakan dalam bermacam-macam ritus yang berbeda sesuai dengan situasi dan tradisi macam-macam daerah, pemakaman mengungkapkan ciri khas pascakematian Kristen dalam pengharapan akan kebangkitan. Pemakaman juga menampilkan arti persekutuan dengan orang-orang yang sudah meninggal secara khusus melalui doa untuk pemurnian jiwa-jiwa mereka.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 1684-1685

356. Apa momen-momen utama dalam pemakaman?

Biasanya, ritus pemakaman terdiri dari empat bagian utama: penyambutan jenazah oleh jemaat dengan kata-kata penghiburan dan pengharapan, liturgi Sabda, Ekaristi, dan perpisahan yang antara lain berisi penyerahan jiwa orang yang meninggal ke dalam tangan Allah, Sumber kehidupan kekal, sementara jenazah dimakamkan dengan harapan akan kebangkitan.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 1686-1690

Tinggalkan Pesan