Membagikan Rosario
Uskup Keuskupan Umat Katolik di Lingkungan TNI dan Polri Mgr Ignatius Suharyo membagikan Rosario Merah-Putih untuk semua anggota TNI dan Polri beragama Katolik di Kalimantan Barat/PEN@ Katolik

“Saya yakin di NKRI ada komunitas-komunitas kecil yang terus berpegang teguh pada idealisme bangsa yang tidak luntur dipengaruhi arus zaman. Saya yakin pula, TNI dan Polri adalah komunitas kecil, apalagi kalau dicari umat Katoliknya, yang terus memperjuangkan cita-cita kemerdekaan yakni Bhinneka Tunggal Ika, UUD 45, NKRI dan Pancasila.”

Pernyataan itu disampaikan Uskup Keuskupan Umat Katolik di Lingkungan TNI dan Polri (Ordinariatus Castrensis Indonesia, OCI) Mgr Ignatius Suharyo dalam homili di Kodam XII Tanjungpura, 18 Juli 2018.

Gereja Katolik Indonesia memiliki 37 keuskupan teritorial dan satu keuskupan kategorial, yakni OCI atau Keuskupan (Ordinariat) Militer di Indonesia, yang berdiri berdasarkan Surat Keputusan Kongregasi Suci untuk Pengembangan Iman tertanggal 2 Desember 1947 dengan Mgr Albertus Soegijapranata SJ sebagai Uskup Militer pertama di Indonesia, kedua Justinus Kardinal Darmojuwono, ketiga Julius Kardinal Darmaatmadja SJ, dan keempat Mgr Suharyo.

Bhinneka Tunggal Ika, UUD 45, NKRI dan Pancasila, menurut Mgr Suharyo, adalah “nilai-nilai pokok yang tidak boleh luntur oleh arus zaman, yang hendaknya melandasi tugas dan tanggung jawab anggota TNI dan Polri Katolik untuk menjaga supaya Negara kita tetap sesuai dengan cita-cita pendiri bangsa kita.”

Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus membenarkan bahwa Gereja Katolik peduli kepada TNI dan Polri. Salah satu langkah yang diambilnya adalah meminta izin Uskup Agung Ende agar Pastor Rofinus Ronny Neto Wuli Pr boleh mengikuti pendidikan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas),  karena KWI memiliki jatah satu orang setiap tahun.

“Dan dia diterima.” Kini imam itu menjadi Pastor Bantuan Militer TNI dan Polri (Pasbanmilpol) OCI, yang mendampingi Mgr Suharyo dalam kunjungan pastoral 17-19 Juli 2018 itu.

Namun, Mgr Agus memohon maaf kepada Uskup OCI karena selama ini dia belum maksimal memberikan perhatian bagi umat di keuskupan itu. “Saya berjanji membagikan pengalaman dua hari ini kepada semua pastor paroki di Keuskupan Agung Pontianak ini agar mereka memberikan perhatian kepada anggota TNI dan Polri beragama Katolik.”

Dalam paparannya, Pastor Ronny menjelaskan, segenap insan TNI dan Polri menjunjung tinggi nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Tri Brata, “yang dapat membantu segenap prajurit (perwira, bintara, tamtama) dan purnawirawan untuk menjadi warga negara yang utuh dan warga Gereja yang utuh.”

Atau, lanjut imam itu, dalam bahasa uskup pribumi pertama dan pahlawan nasional Mgr Albertus Sugiyopranoto, “menjadi umat Katolik dan warga negara yang utuh, menjadi 100 persen Katolik dan 100 persen Indonesia, yakni mengabdi bagi pencapaian tujuan nasional atas dasar Pancasila serta demi keutuhan dan kedaulatan NKRI yang majemuk, plural, dan multikultural ini.”

Pastor Ronny juga mengajak umat keuskupan OCI untuk menyadari bahwa mereka semua, seperti para murid Yesus yang pertama, adalah pribadi-pribadi yang terpanggil dan terpilih dan “tidak pernah boleh mengatakan ‘kebetulan saya Katolik’.”

Keyakinan bahwa kita adalah pribadi-pribadi yang dipilih dan dipanggil, lanjut imam itu “seharusnya membuat kita menjadi warga Gereja yang bangga dengan jati diri kita sebagai murid murid Kristus. Kita sadar bahwa kita dipilih dan dipanggil tidak demi kepentingan diri kita sendiri, melainkan untuk mengikuti  Yesus yang datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan hidup demi sesama, demi kebaikan bersama.”

Mengamati wajah-wajah “cantik dan ganteng” para prajurit dan bayangkara negara, polisi dan tentara, yang “sungguh mengalami sukacita” saat kunjungan Uskup OCI itu, Pastor Ronny menambahkan, “mereka perlu mengalami sukacita dalam Tuhan Yesus dan Bunda Maria karena gembala utama OCI boleh datang menyapa, meneguhkan, menguatkan, dan memberi berkat dan doa agar mereka mampu dan dikuatkan dalam hidup menggereja, bermasyarakat dan bernegara dalam NKRI.”

Wakapolda Kalbar Brigjen Pol Gracia Sri Handayani mengatakan “Allah mengajak kita untuk menghormati orang lain walau berbeda ras, agama, pekerjaan, maupun strata sosial,” maka sebagai aparatur negara yang menangani keamanan adalah “kewajiban kita untuk memulai toleransi dalam diri sendiri, sehingga diteladani masyarakat untuk menjaga keutuhan bangsa.”

Kunjungan pastoral Uskup OCI dengan tema “Lebih Dekat dengan Keuskupan Umat Katolik di Lingkungan TNI dan Polri, serta Peningkatan Spiritualitas Katolik dan Kebangsaan Prajurit Katolik demi Keutuhan dan Kedaulatan NKRI,” lanjut wakapolda, sangat dirindukan dan berguna bagi anggota TNI dan Polri di Kalbar.

Dalam acara tatap muka dengan umat Keuskupan OCI se-Garnizun Pontianak, Mgr Suharyo menjelaskan, kunjungan itu dilakukan secara konsisten untuk menguatkan iman umat keuskupan itu sekaligus menanamkan kecintaan mereka kepada NKRI. “Kunjungan ini untuk menanamkan semangat iman Katolik agar para prajurit mengabdi NKRI sebagai bagian perwujudan perutusan ke tengah dunia, bahwa cinta kepada bangsa adalah bagian dari iman.”

Mgr Suharyo yang juga membagikan Rosario Merah-Putih kepada semua yang hadir, membenarkan bahwa OCI  mempertegas komitmen militansi “100 persen Katolik, 100 persen Indonesia”, terutama “agar para prajurit TNI dan Polri menanamkan semangat melayani.”(ak)

Artikel Terkait:

Mgr Suharyo di Pontianak: Keuskupan Militer tanda dukungan Gereja atas Kemerdekaan RI

Wakapolda Kalbar Brigjen Pol Gracia Sri Handayani memberi kesaksian
Wakapolda Kalbar Brigjen Pol Gracia Sri Handayani memberi kesaksian/PEN@ Katolik
OCI105
Mgr Suharyo meyalami para anggota TNI/PEN@ Katolik
OCI101
Foto PEN@ Katolik
Pastor Bantuan Militer TNI dan Polri (Pasbanmilpol) OCI Pastor Rofinus Ronny Neto Wuli Pr bersama anggota TNI dan Polri beragama Katolik
Pastor Bantuan Militer TNI dan Polri (Pasbanmilpol) OCI Pastor Rofinus Ronny Neto Wuli Pr bersama anggota TNI dan Polri beragama Katolik/PEN@ Katolik
Mgr Agustinus Agus bercakap-cakap dengan anggota TNI beragama Katolik
Mgr Agustinus Agus bercakap-cakap dengan anggota TNI beragama Katolik/PEN@ Katolik

Tinggalkan Pesan