Para diakon baru bersama Mgr Kopong Kung/Foto: Yuven Fernandez
Para diakon baru bersama Mgr Kopong Kung/Foto: Yuven Fernandez

Uskup Larantuka Mgr Fransiskus Kopong Kung Pr menegaskan, tahbisan diakon bukan pertama-tama untuk menjawab kebutuhan Gereja, tetapi untuk menegaskan ciri istimewa Gereja itu sendiri sebagai pelayan.

“Gereja diutus untuk menjadi pelayan. Gereja hadir dengan ciri khas melayani sesuai semangat Yesus sendiri yang mengatakan datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani, memberikan diri seutuhnya kepada Tuhan,” kata Mgr Kopong Kung ketika menahbiskan 10 frater dari Ordo Karmel menjadi diakon di Kapela Biara Karmel Beato Dionisius, Wairklau, Maumere, 8 Juli 2018.

Mgr Kopong Kung, yang didampingi 20 imam konselebran, lebih jauh mengatakan bahwa dalam pelayanan para diakon pasti akan mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan. “Ada pengalaman penolakan atau menderita sebagaimana seperti yang dialami Tuhan sendiri,” tegas uskup itu seraya menceritakan bagaimana Yesus ditolak di tempat asalnya sendiri, di tempat kaum kerabatnya sendiri.

Uskup Larantuka itu mengibaratkan 10 diakon itu sebagai 10 orang berpenyakit kusta yang meminta penyembuhan dari, tetapi hanya satu orang yang kembali berterimakasih kepada Tuhan. “Tetapi hari ini saya melihat 10 diakon semuanya sehat,” ujar Uskup Frans seraya menegaskan bahwa mereka boleh menjadi diakon “bodoh” di dunia “tetapi bijaksana di hadapan Allah.”

Komisaris Komisariat Ordo Karmel Indonesia Timur Pastor Yohanes Bosco Djawa OCarm mengatakan bahwa angka 10 angka adalah yang tertinggi dalam penilaian dan sempurna. ”Jangan pernah berhenti mengejar kesempurnaan. Cara yang paling sederhana adalah sempurnakanlah hidupmu itu setiap hari. Itulah jalan untuk mencapai kesempurnaan,” jelas imam itu.

10 diakon baru itu adalah Didimus Dikwan Keumansay Moan Woda OCarm,  Valentino Untung Polo Maing OCarm, Wilfrid Abdon Ta’a OCarm, Viktorius Sesarius Gebo OCarm, Aloysius Doi OCarm, Fransiskus Pati Koten OCarm, Irenius Vinsensius Ngaku OCarm, Fransiskus Xaverius Nenga OCarm, Fransisco Vincenso F GareYoseph OCarm dan Donato de Jesu Marcal OCarm dari Paroki Nossa Senhora de Fatima, Keuskupan Maliana, Timor Leste. (Yuven Fernandez)

Perayaan tahbisan 10 diakon baru/Foto: Yuven Fernandez
Perayaan tahbisan 10 diakon baru/Foto: Yuven Fernandez

Tinggalkan Pesan