Paus Fransiskus ketika mengurapi seorang perempuan dengan minyak krisma/Foto CNS oleh Paul Haring
Paus Fransiskus ketika mengurapi seorang perempuan dengan minyak krisma/Foto CNS oleh Paul Haring

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

265. Apa peran Sakramen Penguatan dalam rencana keselamatan ilahi?

Dalam Perjanjian Lama, para nabi mewartakan bahwa Roh Allah akan turun ke atas Mesias yang dinantikan dan ke seluruh umat mesianis. Seluruh hidup Yesus dijalani dalam persatuan total dengan Roh Kudus. Para Rasul menerima Roh Kudus pada hari Pentekosta dan mewartakan karya agung Allah (Kis 2:11). Mereka memberikan anugerah Roh yang sama kepada orang yang baru dibaptis dengan penumpangan tangan. Selama berabad-abad, Gereja terus menjalani hidup dalam Roh dan menurunkan-Nya kepada anak-anaknya.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 1285-1288, 1315

266. Mengapa Sakramen ini disebut dengan Krisma atau Penguatan?

Disebut dengan Krisma (dalam Gereja-Gereja Timur, artinya mengurapi dengan Myron suci – Myron: minyak dari biji Sesawi hitam, atau disebut juga dengan krisma) karena ritus pokok Sakramen ini ialah pengurapan dengan minyak suci (krisma). Disebut dengan Penguatan karena Sakramen ini bertujuan untuk menguatkan dan memperkokoh rahmat Sakramen Pembaptisan.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 1289

Tinggalkan Pesan