300 kaum religius Indonesia yang mengikuti Penutupan Tahun Hidup Bakti di Lembang, Jawa Barat, 2-5 Desember 2015, memberikan tanda telapak tangan pada bejana yang bertuliskan janji mereka untuk “senantiasa melanjutkan peziarahan iman yang telah dimulai oleh para pendahulu dengan menyegarkan dan menghidupi spiritualitas dan karisma tarekat masing-masing."
300 kaum religius Indonesia yang mengikuti Penutupan Tahun Hidup Bakti di Lembang, Jawa Barat, 2-5 Desember 2015, memberikan tanda telapak tangan pada bejana yang bertuliskan janji mereka untuk “senantiasa melanjutkan peziarahan iman yang telah dimulai oleh para pendahulu dengan menyegarkan dan menghidupi spiritualitas dan karisma tarekat masing-masing.”

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

192. Apa itu hidup bakti?

Hidup bakti adalah suatu bentuk hidup yang diakui oleh Gereja. Ini merupakan jawaban bebas terhadap panggilan khusus dari Kristus. Dalam jawaban itu, mereka mempersembahkan diri mereka secara total kepada Allah dan mencari kesempurnaan cinta kasih yang digerakkan oleh Roh Kudus. Ciri khas persembahan diri ini ialah mengikuti nasihat-nasihat Injil.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 914-916, 944

193. Apa yang dapat diberikan hidup bakti ini kepada misi Gereja?

Hidup bakti mengambil bagian dalam misi Gereja melalui penyerahan diri total kepada Kristus dan kepada saudara-saudarinya dengan memberikan kesaksian akan harapan Kerajaan Surga.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 931-933, 945

Tinggalkan Pesan