guru pak

Anggota Tim Komisi Pendidikan Keuskupan Agung Jakarta (Komdik KAJ) Aloysius Prasetio mengatakan, komisinya sangat prihatin dengan penghasilan guru agama Katolik yang mengabdikan dirinya di lembaga pendidikan negeri dan swasta non-Katolik, namun belum mendapatkan upah sesuai harapan, bahkan jauh dari upah minimum regional.

Keprihatinan itu diungkapkan Aloysius Prasetio dalam rekoleksi para guru Katolik yang mengajar di lembaga pendidikan negeri dan swasta non-Katolik yang dilaksanakan di aula Paroki Santa Helena, Tangerang, 14 April 2018. Sebanyak 60 guru dari 13 paroki di Dekenat Tangerang, KAJ, hadir dalam rekoleksi itu.

Pernyataan Prasetio itu muncul untuk menanggapi sharing pengalaman dari Yusup Purnomo Hadiyanto bahwa ada banyak guru tetapi hanya sedikit yang terlibat bahkan susah mendapatkan guru untuk memberikan pendidikan agama Katolik atau katekese bagi umat lainnya.

“Mengharapkan guru aktif mengajar di paroki dan melayani para siswa sepertinya banyak kendala. Mereka mengaku waktunya tidak ada, dan seksi pendidikan tidak memberikan honor untuk membeli bensin dalam membantu pelayanan anak didik,” kata Yusuf.

Namun dia mengakui, kondisi itu bukan hanya terjadi di Paroki Santa Helena Curug, tapi di paroki-paroki se-KAJ. Oleh karena itu, Yusuf berusaha mendapatkan alokasi sejumlah dana dari dewan paroki setempat. “Sekalipun jumlahnya hanya 1.500.000 rupiah per tahun, itu bisa digunakan untuk memberikan perhatian kepada para guru yang ikhlas mengabdikan diri selama ini,” katanya.

Prasetio mengakui, karena penghasilan guru honor yang bekerja di paroki dan sekolah-sekolah negeri swasta menjadi perhatian, maka Komdik KAJ mendorong paroki masing-masing untuk memberikan honor kepada para guru Katolik itu, “sebab bagaimana pun para guru itu adalah ujung tombak dari Komdik KAJ yang ikut melakukan reksa pastoral KAJ seperti yang diamanatkan dalam program Komdik.”

Menurut informasi yang diterima PEN@ Katolik, gaji dari sejumlah guru yang mengajar di sekolah negeri dan swasta masih jauh dari harapan, padahal selain mengajar mereka ikut serta membina kelompok Bina Iman Anak dan Bina Iman Remaja.

Anggota Komdik KAJ, Mari Irawati Sidharta juga mengakui kondisi minimnya honor guru agama Katolik dan mengusulkan agar kondisi itu dipetakan oleh masing-masing kepala paroki untuk memberikan honor walaupun sedikit kepada para guru yang bekerja untuk paroki.

Anggota lainnya, Alexius Aur, menambahkan bahwa tengah kesulitan yang dihadapi itu, para guru mencoba merefleksikan pekerjaannya itu dengan mengatakan bahwa hambatan itu memang ada “tetapi lakukan pelayanan itu sebaik-baiknya karena Tuhan pasti memberikan jalan terbaik dalam mengatasi kesulitan tersebut.”

Film Bapak Abraham yang dikenal sebagai Bapak Bangsa diputar juga pada kesempatan itu untuk menunjukkan bahwa kendati mengalami pencobaan, pada akhirnya Tuhan memberikan hikmat yang luar biasa kepada Abraham.(Konradus R Mangu)

guru pak1

Tinggalkan Pesan