Home KEGEREJAAN Katedral Sintang Diresmikan: Mgr Samuel Oton Sidin terima kasih kepada Mgr Agus,...

Katedral Sintang Diresmikan: Mgr Samuel Oton Sidin terima kasih kepada Mgr Agus, Gubernur Cornelis

0

  Katedral Sintang3

Gereja Katedral Sintang yang dipersembahkan kepada Kristus Raja sebagai pelindungnya sudah diresmikan dan konsekrasi minggu lalu, dan dalam perayaan itu Uskup Sintang Mgr Samuel Oton Sidin menyadari akan besarnya belas kasih Allah dan keterlibatan banyak orang dan banyak pihak, khususnya Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus “yang menggagas pembangunan katedral ini dalam kebersamaan dengan Gubernur Kalbar Cornelis.”

Gubernur Gornelis sudah meresmikan Katedral Kristus Raja Sintang tanggal 14 Oktober 2017 dan Mgr Agustinus Agus mengkonsekrasi katedral seluas 780 meter persegi dan dapat menampung 1.200 umat itu tanggal 15 Oktober 2015 dalam Misa yang dipimpinnya bersama konselebran Mgr Samuel Oton Sidin dan Uskup Ketapang Mgr Pius Riana Prapdi dan beberapa imam.

Uskup Sintang menegaskan, Mgr Agus bukan saja menggagas melainkan memproses dan menggiring pembangunan gereja itu sampai selesai, sedangkan Gubernur Cornelis bukan hanya menggagas pembangunan itu bersama Mgr Agus “tetapi juga mengucurkan sumbangan finansial yang sungguh besar bagi pembangunannya.” Peletakan batu pertama berlangsung 21 November 2014 oleh Gubernur Kalbar, pembangun fisik dimulai 31 Januari 2015 serta dan selesai 10 Oktober 2017.

Banyak orang dan pihak yang membantu terbangunnya gereja katedral itu dengan berbagai bentuk dan cara “yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu namanya, kami juga haturkan terima kasih setulus-tulusnya dari sanubari kami yang terdalam,” kata uskup seraya mengatakan bahwa nama-nama para donatur akan dicantumkan pada marmer yang akan dipasang pada salah satu bagian katedral itu. Uskup mohon maaf karena tidak semua nama akan tercantum di situ, “namun kiranya semua tercakup.”

Dalam sambutan, Uskup Sintang paparkan hakikat gereja katedral dan peranannya dalam keuskupan. “Gereja katedral adalah tempat tahta uskup, tanda kekuasaan dan kekuatan gembala dalam Gereja partikular dan tanda kesatuan orang-orang yang percaya dalam iman yang diwartakan Yesus selaku gembala kawanan domba,” kata uskup seraya menegaskan keagungan arsitekturnya menggambarkan kenisah rohani yang dibangun dalam setiap jiwa, sebagai “Bait Suci Allah yang hidup.”

Gereja katedral, lanjut Mgr Samuel Oton Sidin, harus dianggap pusat liturgi keuskupan dan induk gereja di setiap keuskupan. “Dalam hati setiap umat harus ditanamkan cinta dan penghormatan kepada katedral ini. Untuk tujuan itu, sungguh bermanfaat mengadakan perayaan tahunan pembaktian dan peziarahan,” kata uskup seraya menambahkan bahwa katedral juga menjadi contoh bagi gereja-gereja lain di keuskupan tentang tata letak dan ornamen gereja menurut penetapan buku-buku liturgi dan dokumen-dokumen terkait. “Maka tidak bisa diatur hanya menurut selera pribadi.”

Juga ditegaskan, tahta uskup hanya satu dan tetap dan ditempatkan sedemikian rupa agar uskup tampak benar-benar memimpin seluruh umat dalam perayaan. “Karena uskup mengurus Gereja partikular yang dipercayakan kepadanya bukan saja dengan nasihat, ajaran dan teladan tetapi kewibawaan dan kuasa suci yang diterima melalui tahbisannya,” kata Uskup Sintang seraya meminta umat bersatu dengan uskup seperti Gereja menyatu dengan Kristus dan Kristus dengan Bapa agar semua sehati sejiwa demi kemuliaan Allah dan menyadari bahwa manifestasi utama Gereja terdapat dalam peranserta yang penuh dan aktif seluruh umat dalam perayaan-perayaan liturgi terutama dalam Ekaristi dalam doa bersama.

Katedral megah bergaya semi gotik berpadu dengan ornamen suku Dayak kini berdiri di Sintang. “Sudah lama saya bermimpi untuk bisa membangun Katedral Kristus Raja Sintang. Mimpi saya itu, kini terwujud. Lega rasanya. Di akhir masa jabatan sebagai Uskup dan Administrator Apostolik Keuskupan Sintang, saya dapat menyelesaikan dan memenuhi harapan umat Keuskupan Sintang,” kata Mgr Agus yang mengaku sempat meneteskan air mata saat peresmian katedral oleh Gubernur Cornelis.

Kemegahan Katedral Sintang terlihat dengan jelas dari luar. Namun semua itu menjadi lengkap saat memasuki pintu utama dan melihat gambar La Disputa tentang Sakramen Mahakudus di plafon, barisan pilar kiri dan kanan penyangga atap variasi ‘les’ menyerupai ranting dan daun sebagai simbol pohon kehidupan, gambar-gambar pada plafon yang melukiskan peristiwa-peristiwa Penciptaan hingga Kenaikan Yesus, lukisan Jalan Salib, 12 rasul dan orang-orang kudus di ventilasi dan jendela, lukisan tujuh Sakramen di sayap kiri di atas pintu masuk, dan foto uskup-uskup yang pernah bertugas di Keuskupan Sintang.

Selain altar yang dihiasi Anak Domba Allah dan Burung Pelikan, yang keduanya melambangkan pengorbanan sejati, katedral gotik ini nampak tinggi, lebar dan lengkung pada pintu, jendela dan ornamen. Banyaknya jendela membuat cahaya menerangi ruangan gereja di siang hari, ruangan tersebut di kala siang. Ornamen-ornamen khas Dayak nampak menyatu pada pintu dan bagian-bagian lain.

Di depan, di antara jejeran bangku utama yang kiri dan yang kanan ada “titik fokus” yang tegak lurus ke plafon gereja. Titik fokus itu dirancang dengan keramik khusus dan menunjukkan arah pengutusan.

Semua yang ada dalam katedral ini ada maknanya. Mgr Agus menjelaskan semuanya dan memperkenalkan semua yang terlibat dalam pembangunan itu. Demi membangun tanpa melupakan sejarah, candi katedral yang lama masih tetap dipertahankan guna menghargai apa yang dilakukan umat dan pimpinan Gereja zaman dulu.

“Kami mohon kepada-Mu, sudilah Engkau memberkati cathedra dan kursi imam ini. Berilah supaya mereka yang duduk di kursi ini, mewartakan sabda-Mu dengan semangat dan membagi-bagikan misteri-Mu dengan pantas. Semoga melalui mereka yang Kau pilih sebagai rekan pengajar kebenaran Engkau menghidupi umat-Mu …” demikian Mgr Agus ketika memberkati cathedra dan kursi imam.

Setelah Mgr Agus memberkati ambo dan mimbar, serta ruang pengakuan dosa, dia bersama Mgr Samuel Oton Sidin dan Mgr Pius Riana Prapdi memerciki umat di dalam dan luar gereja dan sekeliling tembok gereja, juga pastoran, patung Bunda Maria, gambar-gambar kudus, dan patung Santo Yosef, serta patung Kristus Raja di halaman gereja.

Lagu Vidi Aquam dan Asperges Me terdengar saat pemercikan berlangsung. Dan setelah pemercikan selesai Mgr Agus berdoa, ”Semoga Allah, Bapa yang penuh belaskasihan tinggal di dalam rumah doa ini. Semoga Rahmat Roh Kudus membersihkan kita, karena kita adalah kenisah kehadiran-Nya.”(aop)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Barang di Rumah yang Sebaiknya Segera Diganti Jika Sudah Lama DipakaiDestinasi Alam yang Masih Sepi Tapi Memiliki Pemandangan MenakjubkanFenomena yang Sedang Ramai Dibicarakan di Media SosialCara Menabung yang Efektif Meski Gaji Pas-PasanMengapa Tubuh Tetap Lelah Meski Sudah Tidur Cukup?Orang Kaya Ternyata Punya Kebiasaan Pagi yang BerbedaKesalahan Finansial yang Sering Dilakukan Sebelum Usia 30 TahunKesalahan Membersihkan Rumah yang Justru Membuat Kotoran Menumpuk7 Kebiasaan Pengguna Smartphone yang Diam-Diam Membuat HP Cepat RusakFakta Psikologi yang Bisa Menjelaskan Perilaku Sehari-hariTernyata Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari Memberikan Efek IniFitur Tersembunyi Android yang Jarang Diketahui PenggunaKisah Sederhana yang Menginspirasi Banyak OrangKenapa WiFi Terasa Lambat Padahal Sinyal Penuh? Ini PenjelasannyaKota-Kota di Asia Tenggara yang Cocok untuk Liburan HematMengapa Banyak Bisnis Kecil Gagal di Tahun Pertama?Peluang Usaha Modal Kecil yang Masih Menjanjikan Tahun IniKuliner Malam yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung ke Kota BaruTanda Tubuh Sedang Mengalami Stres BerlebihanCara Membersihkan Memori HP Tanpa Menghapus Foto PentingTrik Menata Rumah Agar Terlihat Lebih LuasKebiasaan Sepele yang Bisa Mengganggu Kualitas TidurKebiasaan Cas HP Semalaman, Benarkah Berbahaya?Kebiasaan Boros yang Sering Tidak DisadariAlasan Mengapa Banyak Orang Mendadak Menyukai Hobi IniMakanan Tradisional Indonesia yang Mulai Sulit DitemukanTernyata Ini Penyebab Baterai HP Cepat Habis Setiap HariKebiasaan Unik dari Berbagai Negara yang MengejutkanCara Menghilangkan Bau Tak Sedap di Kamar Secara AlamiMengapa Beberapa Orang Lebih Suka Menyendiri?Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Mata di Era DigitalCara Mengetahui Akun WhatsApp Sedang Disadap atau TidakHal-Hal Kecil yang Ternyata Membuat Orang Lebih BahagiaTren Baru yang Diprediksi Akan Populer dalam Waktu DekatBarang yang Sebaiknya Tidak Disimpan Terlalu Lama di KulkasCerita di Balik Kebiasaan yang Dianggap Biasa oleh Banyak OrangCara Mengatur Keuangan Agar Tidak Selalu Kehabisan Uang di Akhir BulanTips Menghemat Listrik yang Jarang Diketahui5 Aplikasi Gratis yang Bisa Membuat Kerja Lebih CepatIde Penghasilan Tambahan yang Bisa Dikerjakan dari RumahKesalahan yang Sering Dilakukan Saat Merencanakan LiburanEfek Duduk Terlalu Lama yang Jarang DisadariModus Penipuan Online Terbaru yang Sedang MarakFakta Menarik Tentang Destinasi Populer yang Jarang DiketahuiMinum Air Putih Saat Bangun Tidur, Apa Benar Banyak Manfaatnya?Kesalahan Saat Berbelanja yang Membuat Pengeluaran MembengkakPenelitian Terbaru Mengungkap Fakta Menarik Tentang Kehidupan ModernRahasia Rumah Selalu Rapi yang Jarang DiketahuiPeluang Bisnis Rumahan yang Semakin Diminati Banyak OrangAlasan Wisatawan Sering Kembali ke Destinasi yang SamaModus Baru di Internet yang Perlu Diwaspadai Pengguna SmartphoneFakta Tentang Kopi yang Mungkin Belum Anda KetahuiAlasan Banyak Orang Mulai Mengurangi Penggunaan Media SosialTempat Wisata yang Terlihat Lebih Indah Saat Musim TertentuMakanan yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Saat Perut KosongKebiasaan Pagi yang Membantu Menjaga ProduktivitasTanda-Tanda Kondisi Keuangan Anda Perlu Segera DibenahiTanda Peralatan Elektronik di Rumah Perlu DigantiKesalahan Saat Mencuci Pakaian yang Membuat Cepat RusakCara Mendapatkan Tiket Pesawat Lebih Murah
Exit mobile version