Home OMK Jalan Salib Hidup SMAK Kewapante hadirkan ”kairos” dari Kisah Sengsara Yesus

Jalan Salib Hidup SMAK Kewapante hadirkan ”kairos” dari Kisah Sengsara Yesus

0

jsh kewa 2 (1)

Para guru dan siswa Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) Santo Petrus Maumere Flores, NTT, melaksanakan upacara jalan salib hidup untuk mengenang sengsara dan wafat Yesus Kristus. Upacara itu merupakan  kegiatan pastoral sekolah dalam memaknai masa tobat menjelang Pesta Paska tahun ini.

Tablo jalan salib hidup itu yang dimulai tepat pukul 12.00 dan berakhir pukul 14.00 di halaman SMAK Santo Petrus tanggal 17 Maret  2017 itu dihadiri wakil orangtua siswa dan tetangga di sekitar sekolah.

Kepala sekolah Karinus Duli menyampaikan apresiasi tinggi kepada para pemeran tablo dan semua petugas jalan salib hidup karena mampu  menghadirkan kairos, yakni saat-saat kemenangan atau  keselamatan Allah bagi para guru dan siswa mulai dari kisah sengsara Yesus di Taman Zaitun, penghinaan dan pengadilan sesat di hadapan Pilatus bersama kelompok para imam, penindasan kejam para algojo sampai penyaliban dan wafat-Nya di salib di “Puncak Golgota” kemudian di makamkan.

“Kairos itu meneguhkan komitmen keagamaan, rasa religiositas dan iman kita akan Allah Tritunggal Maha Kudus,” katanya.

Menurut Karinus, jalan salib hidup di sekolah itu benar-benar menggugah dan meneguhkan kesadaran bahwa Yesus sungguh sempurna dalam keallahan dan kemanusiaan-Nya. “Rahasia besar ini digambarkan jelas melalui tablo jalan salib hidup. Sabda sudah menjadi daging (Verbum Carro factum est) dan tinggal  di antara kita sebagai manusia bahkan menghambakan diri-Nya bagi manusia berdosa.”

Jebolan STFK Ledalero Maumere Flores itu menambahkan, “Sebagai manusia, Yesus telah menderita, sengsara dan wafat di salib tetapi dengan cara demikian Yesus sungguh-sungguh adalah Allah yang menghadirkan kairos yakni saat  keselamatan bagi manusia melalui karya penebusan dari salib dan kebangkitan-Nya dari kematian bagi keselamatan manusia secara universal.”

Jalan salib hidup di sekolah, lanjutnya, membuat para guru dan siswa lebih menjadi orang beragama sekaligus beriman Katolik.

Kepala sekolah juga  mengajak para siswa untuk belajar tekun dan terus berjuang menjadi orang beragama sekaligus beriman Katolik. Sebagai orang beragama Katolik, “para guru dan siswa melakukan   jalan salib setiap hari melalui kegiatan belajar-mengajar. Kegiatan mengajar bagi para guru harus lebih dari sekadar mengajar,” tegasnya.

Para guru, lanjut Karinus, “harus memiliki kemampuan lebih untuk mengajar dan mendidik para siswa di kelas agar lebih berprestasi.”

Kegiatan belajar bagi para siswa juga harus lebih dari sekedar belajar. “Para siswa juga harus menunjukkan kemampuan lebih dari bakat dan kemampuannya dalam belajar, agar menjadi peserta didik yang cerdas budi dan hati,” katanya.

Kemampuan lebih para guru dan para siswa, kata putra Lembata itu, “hanya dapat terwujud jika kita belajar dari Yesus Kristus, guru agung kita.”

Cita-cita luhur tentu tidak mudah diwujudkan apalagi SMAK Santo Petrus Kewapante merupakan sekolah keagamaan Katolik baru di Kabupaten Sikka, NTT, tegasnya. Akan tetapi, dengan mengandalkan Yesus Kristus, tentu para guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar mampu menjadi orang yang beragama sekaligus beriman Katolik.

“Para guru dan siswa akan menderita dalam kegiatan belajar-mengajar karena keterbatasan sarana  dan fasilitas sekolah baru sehingga kemudian mereka juga mampu menemukan dan mengalami  saat kairos yaitu kesuksesan dalam kegiatan belajar-mengajar di sekolah sebagai kemenangan atau keselamatan Allah,” tegasnya.

Cita-cita luhur telah menjadi komitmen perjuangan warga lembaga pengkaderan awam Katolik (SMAK Santo Petrus), kata Karinus mengutip cita-cita yang senantiasa disuarakan oleh Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI Eusabius Binsasi, “mari kita (warga SMAK di Indonesia) mengukir prestasi  belajar-mengajar di sekolah masing-masing di dalam penderitaan….,” seperti yang ditunjukkan Yesus  Kristus melalui jalan salib … “Videte et Credite (lihatlah dan percayalah)” (Yuven Fernandez)

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Dead Spin Mahjong Wins 2Volatilitas Dead Spin Mahjong Wins 3Probabilitas Mix Parlay 10 TimScatter Starlight Princess 1000Black Scatter 60 PutaranSimbol Black ScatterSistem Tumble Sweet BonanzaReel Adaptif dan Pengalaman MobileDesain Visual Starlight PrincessDinamika Mahjong Wins 3Distribusi Simbol Reel DigitalPerubahan Tempo Gates of OlympusVariasi Hasil Setiap PutaranStabilitas Transisi Real-TimeEfek Visual MultiplierSinkronisasi Real-Time Gates of OlympusAnimasi Multiplier Starlight PrincessCascade Bertingkat Mahjong WaysDesain Responsif Sweet BonanzaEvolusi Platform Permainan DigitalStatistik dan Pengalaman PenggunaDesain Mobile Permainan DigitalFitur Baru Mahjong Ways 2Cascade dan MultiplierFrekuensi Simbol dan ProbabilitasEvolusi Mahjong DigitalSuper Scatter dan Kecepatan FramePower of Thor MegawaysPopularitas Buffalo King MegawaysTempo Gates of Olympus
Sistem Variabel MegawaysAudio Visual Gates of OlympusProbabilitas dan Distribusi MultiplierPopularitas Mahjong WaysStatistik dan Pengalaman PenggunaTransformasi Baccarat DigitalKomunitas Gamer dan Turnamen OnlineDesain Starlight PrincessPendekatan Alternatif Mahjong Ways 2Respons Visual Mahjong WaysDesain Mobile Permainan DigitalFitur Mahjong Ways 2Cascade dan MultiplierFrekuensi Simbol dan ProbabilitasEvolusi Mahjong DigitalMekanisme Mahjong Ways 2Dinamika Bonanza GoldPerbandingan Mahjong Ways 2 dan Edisi PertamaDesain Bonanza GoldVisual dan Fitur Bonanza GoldScatter Mahjong Ways 100 PutaranVolatilitas dan IntervalStabilitas Sistem pada Fase KritisVisual Nusantara Mahjong Ways 2Kecepatan Spin Gates of OlympusPopularitas Mahjong Ways di IndonesiaGame Bertema Asia dan Mahjong WaysMahjong Ways 2 sebagai Ikon Game OrientalIndustri Kasino Online dan Transformasi DigitalMobile Gaming dan Mahjong WaysReel Dinamis Mahjong Ways 2Animasi Gates of OlympusCascade Mahjong WaysVisual Starlight PrincessMultiplier Real Time Sweet Bonanza
Exit mobile version