Home KEGEREJAAN Gereja mini keluarga, tanda kehadiran Kristus dalam keluarga dan masyarakat

Gereja mini keluarga, tanda kehadiran Kristus dalam keluarga dan masyarakat

0

img_1630

Keluarga adalah Gereja yang paling kecil yang sungguh menentukan arah kehidupan. Buktinya, orang-orang kudus memiliki hubungan dengan keluarga mereka, misalnya Santo Agustinus dengan ibunya Santa Monica. Maka, sebagai Gereja mini, keluarga begitu penting sebagai satu-satunya sarana untuk menyelesaikan berbagai persoalan dalam kehidupan.

Keluarga yang beres, akrab, dan rukun pasti berdampak pada anak-anak. Keluarga-keluarga sebagai miniatur Gereja berkumpul dan menjadi keluarga besar dalam Gereja, di sana mereka saling membantu dan saling mendukung demi kebahagiaan di dunia dan di surga.

Maka, Kristus harus dihadirkan dalam keluarga dengan hal-hal kecil, misalnya saling memberi berkat dan berdoa bersama, karena salah satu fungsi keluarga adalah menghadirkan Kristus baik di tengah anggota keluarga sendiri maupun dalam masyarakat umum.

Pastor Andreas Kurniawan OP yang baru menyelesaikan tugas sebagai Kepala Paroki Redemptor Mundi Surabaya itu berbicara dalam Rekoleksi Keluarga Dominikan 2016 bertema “Keluarga Merupakan Gereja Mini” yang dilaksanakan dalam rangka Pesta Puncak 800 Tahun Ordo Pewarta di Rumah Retret Hening Griya, Baturaden, Purwokerto, 26 Agustus 2016. “Gereja berasal dari bahasa Yunani yakni “Kyriake Oikia” yang berarti keluarga Allah. Gereja mini keluarga merupakan tanda kehadiran Kristus di dunia.”

Dalam rekoleksi yang dihadiri sekitar 200 orang termasuk para pasutri dari Keuskupan Purwokerto itu, Pastor Andrei menegaskan bahwa unsur-unsur pokok yang menjadi fondasi Gereja dan selalu ada dalam kehidupan berkeluarga adalah kesatuan (komunio), persekutuan (unio), cinta kasih dan komunitas.

Keluarga memegang peranan yang penting dalam menanamkan nilai-nilai Kristiani, tegas imam itu seraya menegaskan, “tak bisa disangkal bahwa penanaman nilai-nilai atau keutamaan Kristiani bermula dari keluarga dan tingkah laku seseorang sebagai orang Kristiani dilandasi oleh pendidikan yang baik dalam keluarganya.”

Menyadari bahwa keluarga sebagai unit terkecil dari Gereja dan bahwa peran keluarga sangat vital sebab maju mundurnya kehidupan menggereja ditentukan oleh sejauh mana setiap pribadi dididik dalam keluarganya, Pastor Andrei mengingatkan peserta bahwa Gereja dipanggil untuk mewartakan Kerajaan Allah. “Dengan kata lain, keluarga juga dipanggil untuk membangun Kerajaan Allah dengan ikut menghayati kehidupan dan misi Gereja,” tegas imam itu.

Santo Yohanes Paulus II secara ringkas mengatakan dalam ensiklik Evangelii Nuntiandi bahwa “Keluarga patut diberi nama yang indah yaitu sebagai Gereja Rumah Tangga”  (EN 71). Santo Paulus pun mengatakan bahwa Kristus adalah kepala Gereja, “maka keluarga pun dikepalai oleh Kristus karena keluarga menjalin persekutuan dengan Kristus Sang Kepala Gereja hidup dalam keluarga.”

Gagasan Gereja yang disampaikan Santo Paulus itu menjadi nyata manakala setiap anggota keluarga mengambil bagian dalam kehidupan Kristus sesuai peran masing-masing, lanjutnya.

Dalam lokakarya, Pastor Andrei melukiskan tentang keluarga Santo Dominikus, pendiri Ordo Dominikan, yang lahir dari keluarga bangsawan di kota kecil Caleruega, Spanyol, yakni pasangan Don Felix De Guzman dan Joana Aza. Juga alasan Dominikus mendapat nama itu, mimpi ibunya yang melihat anjing berbulu hitam-putih membawa obor berkeliling dunia, bintang yang bersinar di dahinya, serta keajaiban yang dibuat Juana de Aza, kepandaian Dominikus yang diantar untuk studi di universitas paling bergengsi saat itu di usia 14 tahun, tulisan-tulisan argumen Dominikus dalam membela Injil yang benar, hingga permohonan mendirikan Ordo Pewarta kepada Paus Innocentius III dan pengesahan ordo itu oleh Paus Honorius III tanggal 22 Desember 1216.

Di akhir paparan, Pastor Andrei meminta para pasutri yang hadir untuk menginvestasikan nilai-nilai yang hendak digunakan anak-anak mereka dalam kehidupan seperti yang dilakukan oleh ibu dari Dominikus. Imam itu juga bercerita bagaimana bapanya sudah menanam investasi dalam dirinya dengan selalu berteriak minta dia masuk gereja dan ikut Legio Maria dan ajakan ibunya untuk berkunjung ke penjara.

Lokakarya itu dilengkapi perkenalan dan sharing kelompok-kelompok pasutri dari Keuskupan Purwokerto yang hadir, misalnya Komunitas Kana, Marriage Encounter (ME), Tim Kerja Kerasulan Keluarga, dan Paguyuban Wali Timbalan, serta Keluarga Dominikan Indonesia termasuk pasutri Dominikan Awam.

Koordinator National Dominikan Awam Indonesia Theo Atmadi menceritakan tentang Keluarga Dominikan yang beranggotakan imam, suster dan awam, dan tempat di mana mereka tinggal dan berkarya. “Yang kita ambil dari Dominikan adalah spiritualitasnya. Apapun kegiatan kita jalankan dengan spiritualitas yang kita hayati, Spiritualitas Dominikan. Semua kegiatan kita termasuk terlibat dalam ME tujuannya untuk lebih dekat dengan Tuhan.”

Ketua Dominikan Awam dari Yogyakarta, Adi Ismawan, bercerita bahwa dia pernah ditanya oleh temannya, “Kamu masih suka bertengkar dengan pasanganmu?” Adi memang menyadari bahwa frekuensi bertengkarnya dengan istri cukup sering dan temannya tahu itu.

“Katanya kamu ikut Dominikan. Apa hubungan bertengkar dengan Dominikan?” Pertanyaan itu membuat Adi sadar bahwa seorang Dominikan harus pandai mengolah hidup yang pahit menjadi sesuatu yang bermanfaat dengan memaknainya sebagai lahan belajar. Sebagai Dominikan dia mengenal empat pilar yaitu berdoa, studi, hidup komunitas, dan mewartakan.

Isteri dari Adi Ismawan, Kristinawati Veronica, yang juga anggota ME membagikan sharing sebagai pasutri Dominikan Awam. Sebagai anggota Dominikan Awam, tegasnya, dia bersama suaminya menghidupi spiritualitas Dominikan, “sehingga kalau kami menghidupi pelayanan di ME, kami merasa bahwa iman kami lebih tumbuh, pelayanan kami lebih terasa bermakna.”

Kristinawati menegaskan bahwa mereka bukan sekedar ikut Dominikan Awam tetapi juga berjuang mempertahankan spiritualitas Dominikan Awam.” Dia pun bangga karena keberadaan mereka sebagai Dominikan Awam diteguhkan dan didukung oleh anak mereka satu-satunya yang juga hadir saat mereka mengucapkan kaul.

Adi Ismawan menegaskan bahwa menjadi orangtua harus mewariskan sesuatu, dan yang mereka wariskan tidak ada yang lain selain keteladanan. “Kami punya pengalaman menarik. Anggaran Dasar Dominikan Awam menulis kewajiban untuk melaksanakan ibadah pagi dan ibadah sore dalam bentuk brevir. Ketika hendak berdoa, anak kami satu-satunya datang dan kami ajak berdoa. Setelah itu tanpa sengaja saya mengecek profil facebooknya, dan di sana dia menulis ‘saya seperti di surga.’ Bagi saya perkataan itu sungguh mengena!”

Doa Pagi dan Doa Sore bersama adalah biasa bagi mereka sebagai Dominikan Awam. “Tetapi ketika kami mengajak anak berdoa bersama dan dia mengalami hal itu, ternyata dampaknya luar biasa. Jadi spiritualitas Dominikan besar pengaruhnya dalam kehidupan dan pelayanan kami sebagai pasutri.”

Lalu bagaimana rasanya menjadi anggota Dominikan Awam? “Kami ngak bisa cerita banyak dan mendetail, lebih baik Anda sendiri yang mengalaminya, karena hanya Anda yang bisa merasakan saat Anda bergabung, merasakan, dan mencicipinya,” kata Adi.

Waktu mau berangkat ke Filipina sebelum menjadi imam, Pastor Andrei juga tidak tahu apa itu Dominikan, namun seorang pastor mengatakan kepadanya “Come and See! (Datang dan Lihatlah). Nanti kamu bisa merasakan dan menikmatinya sendiri!”(paul c pati)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version

polestoto

lahirtoto

warung403

warung403 login

situs warung403

lahirtoto

LAHIRTOTO

LAHIRTOTO LOGIN

lahirtoto

imgstock

Hosting Gambar

Mahjong Ways 2 Menunjukkan Bagaimana Animasi Berantai Dapat Membentuk Alur Permainan yang Khas

Mengapa Simbol Tradisional Masih Banyak Ditemukan dalam Desain Game Digital Masa Kini?

Perkembangan Game Mobile Mengubah Cara Pengembang Menyusun Tampilan untuk Layar Smartphone

Mahjong Ways Memiliki Pendekatan Visual yang Menghubungkan Tema Klasik dengan Hiburan Digital

Di Balik Efek Cahaya dalam Game Modern, Ada Teknik Desain yang Membantu Menonjolkan Informasi

Bagaimana Mekanisme Cascade dalam Mahjong Ways 2 Mengubah Susunan Simbol Selama Permainan?

Game Digital Bertema Asia Memperlihatkan Perpaduan Menarik antara Ornamen dan Animasi Modern

Mengapa Sebagian Game Mobile Tetap Mudah Dikenali Meski Tampilan Permainan Terus Berkembang?

Mahjong Ways Menggunakan Warna Emas sebagai Bagian dari Identitas Visual yang Konsisten

Perubahan Cara Orang Menggunakan Smartphone Membawa Tantangan Baru bagi Desain Game Mobile

Mahjong Ways 2 Memadukan Efek Multiplier dengan Animasi yang Menjelaskan Perubahan Permainan

Bagaimana Desain Ikon dalam Game Digital Membantu Pengguna Mengenali Fungsi dan Informasi?

Game Mobile Modern Semakin Memperhatikan Keseimbangan antara Tampilan dan Kemudahan Navigasi

Mahjong Ways dan Pengaruh Motif Tradisional terhadap Pembentukan Karakter Visual Permainan

Mengapa Animasi yang Terlalu Ramai Bisa Mengganggu Kenyamanan Pengguna Game Digital?

Komunitas Game Online Sering Membentuk Tren Baru melalui Diskusi dan Berbagi Pengalaman

Mahjong Ways 2 Memiliki Elemen Audio Visual yang Mendukung Penyajian Mekanisme Permainan

Perkembangan Teknologi Grafis Membuka Ruang Baru bagi Kreativitas Pengembang Game Mobile

Bagaimana Tema Budaya dalam Game Digital Bisa Diperkenalkan tanpa Menghilangkan Ciri Aslinya?

Game Digital Tidak Selalu Membutuhkan Tampilan Rumit untuk Memberikan Pengalaman yang Berkesan

Kasino Online di Tengah Perubahan Kebiasaan Masyarakat Mengakses Informasi Digital

Mengapa Pemahaman tentang Peluang Menjadi Penting dalam Permainan Kasino Digital?

Fenomena Kasino Online dan Tantangan Membedakan Informasi dengan Promosi

Bagaimana Kemudahan Pembayaran Digital Memengaruhi Aktivitas Kasino Online?

Di Balik Popularitas Kasino Digital, Ada Persoalan Literasi yang Jarang Dibahas

Kasino Online dan Perubahan Cara Pengguna Menilai Keamanan Platform Digital

Ketika Hiburan Berbasis Internet Menimbulkan Pertanyaan tentang Batas Pengeluaran

Memahami Pengaruh Pengalaman Menang dan Kalah terhadap Keputusan Pengguna Kasino

Mengapa Perlindungan Identitas Digital Menjadi Perhatian dalam Kasino Online?

Menelusuri Hubungan Antara Perkembangan Kasino Online dan Kesadaran Risiko Pengguna

Mengapa Kasino Online Semakin Sering Dibahas dalam Fenomena Budaya Digital?

Di Balik Tampilan Kasino Digital, Ada Desain yang Memengaruhi Keputusan Pengguna

Kasino Online dan Fenomena Hiburan Instan yang Mengubah Persepsi Risiko

Bagaimana Notifikasi Digital Memengaruhi Kebiasaan Pengguna Kasino Online?

Ketika Transaksi Tanpa Uang Tunai Mengubah Cara Pengguna Melihat Pengeluaran

Mengenali Perbedaan Antara Hiburan Digital dan Perilaku Bermain Berlebihan

Kasino Digital dalam Sorotan: Mengapa Transparansi Sistem Semakin Penting?

Dari Layar Smartphone hingga Media Sosial, Bagaimana Kasino Online Diperkenalkan?

Mengapa Kemenangan Kecil Bisa Memengaruhi Cara Pandang terhadap Kasino Online?

Menelusuri Peran Konten Digital dalam Membentuk Persepsi tentang Kasino Online

Mahjong Ways 2 Memiliki Cara Tersendiri dalam Menampilkan Perubahan Simbol dan Efek Visual

Mengapa Game Digital dengan Tema Asia Masih Menarik Perhatian di Tengah Banyaknya Pilihan Hiburan?

Perkembangan Game Mobile Membuat Pengalaman Pengguna Tidak Lagi Bergantung pada Grafis Semata

Mahjong Ways Menghadirkan Detail Visual yang Menggabungkan Simbol Klasik dengan Sentuhan Modern

Bagaimana Desain Gerakan dalam Game Digital Membantu Menciptakan Pengalaman yang Lebih Interaktif?

Game Bertema Tradisional Mulai Mendapat Sentuhan Teknologi yang Mengubah Cara Penyajiannya

Mahjong Ways 2 dan Peran Animasi dalam Memperjelas Mekanisme Pergantian Simbol

Mengapa Pengalaman Pengguna Menjadi Pertimbangan Penting dalam Perancangan Game Mobile Modern?

Komunitas Game Digital Membantu Memperkenalkan Berbagai Sudut Pandang tentang Sebuah Permainan

Perubahan Desain Antarmuka Game Mobile Menunjukkan Pentingnya Navigasi yang Mudah Dipahami