Home KEGEREJAAN Biarkan Tuhan dimuliakan karena kepedulian Gereja pada orang miskin

Biarkan Tuhan dimuliakan karena kepedulian Gereja pada orang miskin

0

Seminar Evangelii

Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang mengatakan, “…biarlah orang-orang sekitar memuji dan memuliakan nama Tuhan, karena kehadiran kita di tengah-tengah sesama yang menderita. Orang di sekitar akan melihat apa sejatinya jati diri Gereja Katolik sebagai Gereja yang penuh cinta kasih dan peduli terhadap orang miskin dan terpinggirkan.”

Mgr Turang berbicara dalam homili Misa Pembukaan Tahun Kegembiraan Injil bagi Orang Miskin Keuskupan Agung Kupang yang dirayakan di Kapela John Paul II, Taman Ziarah Yesus Maria Oebelo, Kupang, 14 Januari 2014.

Kepedulian kepada orang miskin, kecil dan terpinggirkan, menurut uskup agung itu, harus menjadi sebuah gerakan yang dimulai dari dalam hati setiap orang “karena Gereja Katolik dibangun di atas landasan yang sangat kokoh yakni cinta kasih dan peduli terhadap sesama.”

Puluhan imam, ratusan biarawan-biarawati, dan ribuan umat yang datang dari berbagai paroki di daratan Pulau Timor dan Pulau Semau ikut dalam Misa itu.

Dalam menjalankan titah untuk berbuat baik dan peduli pada orang miskin, lanjut Mgr Turang, umat sepantasnya tetap berkiblat pada Yesus Kristus, Sang Guru Ilahi yang telah memberikan contoh nyata semasa hidupnya. “Yesus tidak cuma omong, tetapi ditunjukkan-Nya dalam perbuatan terhadap orang miskin, orang berdosa, orang sakit dan menderita, terbuang atau terasing.”

Mgr Petrus Turang menegaskan, salah satu tantangan terbesar dalam kehidupan menggereja adalah kian mengendurnya semangat karitas, semangat pelayanan dan cinta kasih kepada orang miskin. Padahal, lanjut uskup, sejarah awal Gereja Katolik dibangun atas semangat cinta kasih, “bahkan para jemaat perdana adalah orang-orang miskin.”

Misa itu dirangkai dengan retret bersama para imam, biarawan-biarawati dari berbagai tarekat pada sore harinya di Wisma Oemathonis Camplong, 40 km arah timur Kota Kupang.

Tanggal 16 Januari 2014, digelar seminar di tempat yang sama dengan tajuk “Evangelii Gaudium.” Seminar itu wajib diikuti oleh para pastor, biarawan-biarawati, dan utusan pengurus dewan paroki serta stasi. (Thomas  A. Sogen) ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version

polestoto

lahirtoto

warung403

warung403 login

situs warung403

lahirtoto

LAHIRTOTO

LAHIRTOTO LOGIN

lahirtoto

imgstock

Hosting Gambar

Kasino Online di Tengah Perubahan Kebiasaan Masyarakat Mengakses Informasi Digital

Mengapa Pemahaman tentang Peluang Menjadi Penting dalam Permainan Kasino Digital?

Fenomena Kasino Online dan Tantangan Membedakan Informasi dengan Promosi

Bagaimana Kemudahan Pembayaran Digital Memengaruhi Aktivitas Kasino Online?

Di Balik Popularitas Kasino Digital, Ada Persoalan Literasi yang Jarang Dibahas

Kasino Online dan Perubahan Cara Pengguna Menilai Keamanan Platform Digital

Ketika Hiburan Berbasis Internet Menimbulkan Pertanyaan tentang Batas Pengeluaran

Memahami Pengaruh Pengalaman Menang dan Kalah terhadap Keputusan Pengguna Kasino

Mengapa Perlindungan Identitas Digital Menjadi Perhatian dalam Kasino Online?

Menelusuri Hubungan Antara Perkembangan Kasino Online dan Kesadaran Risiko Pengguna

Mengapa Kasino Online Semakin Sering Dibahas dalam Fenomena Budaya Digital?

Di Balik Tampilan Kasino Digital, Ada Desain yang Memengaruhi Keputusan Pengguna

Kasino Online dan Fenomena Hiburan Instan yang Mengubah Persepsi Risiko

Bagaimana Notifikasi Digital Memengaruhi Kebiasaan Pengguna Kasino Online?

Ketika Transaksi Tanpa Uang Tunai Mengubah Cara Pengguna Melihat Pengeluaran

Mengenali Perbedaan Antara Hiburan Digital dan Perilaku Bermain Berlebihan

Kasino Digital dalam Sorotan: Mengapa Transparansi Sistem Semakin Penting?

Dari Layar Smartphone hingga Media Sosial, Bagaimana Kasino Online Diperkenalkan?

Mengapa Kemenangan Kecil Bisa Memengaruhi Cara Pandang terhadap Kasino Online?

Menelusuri Peran Konten Digital dalam Membentuk Persepsi tentang Kasino Online