Ustad H Uning dari Rohis TNI-AU Atang Senjaya Semplak memberikan taussiah.
Ustad H Uning dari Rohis TNI-AU Atang Senjaya Semplak memberikan taussiah.

Ketua Pemuda Ansor Ustad Abdullah Nawawi mengatakan, sebagai bangsa Indonesia yang pluralis, kita tidak boleh mempertentangkan perbedaan-perbedaan di antara kita, karena perbedaan itu adalah karunia dari Allah, Tuhan Yang Mahakuasa. Perbedaan itu indah dan merupakan kekuatan kita sebagai bangsa. “Jangan pertentangkan perbedaan, tetapi kita harus memperkuat persamaan di antara kita,” katanya.

Ustad Abdullah Nawawi berbicara dalam acara Buka Puasa Bersama (Bukber) bagi karyawan dan keluarga Muslim yang bekerja di gereja dan masyarakat lingkungan sekitar. Acara iu dilaksanakan oleh Paroki Santo Ignatius Loyola Atang Senjaya, Semplak, Keuskupan Bogor, 16 Juni 2017, dihadiri kurang-lebih 60 orang.

Sebagai bangsa yang pluralis, Ustad Nawawi mengajak hadirin untuk mempertahankan dan menegakkan NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Kebhinekaan. “Ini harga mati, tidak ada tawar-menawar lagi, karena sudah menjadi kesepakatan bangsa Indonesia sejak awal berdirinya negara dan bangsa ini,” katanya disambut tepuk tangan hadirin.

Hadir juga dalam Bukber itu Ustad H Urning dari Rohani Islam TNI-Angkatan Udara Atang Senjaya, Pendeta M Wadhy dari Pura Hindu Bali di Atang Senjaya, Ketua Seksi HAM dan Keadilan Keuskupan Bogor Pastor Michael Endro Pr, Kepala Paroki Ignatius Loyola Pastor Anton Dwi Haryanto Pr dan sejumlah tokoh Gereja termasuk Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Paroki Semplak yang menjadi penyelenggara acara itu.

Pastor Dwi Haryanto dalam sambutannya menyatakan kegembiraannya boleh menyelenggarakan Bukber dengan para pekerja gereja dan keluarga serta masyarakat lingkungan sekitar gereja. Pastor TNI itu menambahkan, acara itu dilangsungkan untuk memberikan penghargaan dan rasa hormat kepada keluarga Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.

“Meskipun sedang berpuasa, mereka  terus berusaha menjalankan tugas dan pekerjaan mereka dengan baik,” kata imam itu.

Pastor Michael Endro menyambut baik inisiatif pimpinan Paroki Semplak yang baru berusia dua tahun itu. “Ini sangat baik sebagai tanda kebersamaan kita sebagai satu bangsa, yang saling menghargai keyakinan dan agama masing-masing, saling membantu agar sesama kita dapat menjalankan ibadah agamanya dengan baik,” kata imam itu.

Pastor Endro, yang sangat intens berinteraksi dengan para pemimpin agama dan golongan lain di Bogor, berharap agar kegiatan serupa, baik Buka Puasa maupun Halal bi Halal Lebaran, dapat juga diselenggarakan di paroki-paroki lain di Keuskupan Bogor sebagai tanda kebersamaan dan persaudaraan bangsa Indonesia yang berbhineka.

Ustad H Urning dalam tausiahnya berpesan agar warga Muslim yang bekerja dengan Gereja, hendaknya bekerja dengan baik, jujur, bertanggung jawab agar pelayanan dan kegiatan Gereja dapat berjalan lancar. “Saya bangga dan berterima kasih kepada pihak Gereja yang telah memberikan kesempatan kepada umat saya untuk bekerja di sini, dan mereka diperlakukan dengan baik,”  katanya.

Ustad itu juga mengungkapkan keinginan dan harapannya untuk terus menjalin kerja sama dan keakraban dengan pihak Gereja sebagai tanda persaudaraan dan kebersamaan sebagai bangsa Indonesia. “Kita memang berbeda, tetapi kita bersaudara dan bersatu sebagai satu bangsa Indonesia,” ungkap ustad itu. (Ans Gregory)

Bukber3
Pastor Michael Endro dari Keuskupan Bogor menyampaikan pesan
Bukber
Pastor Anton Dwi Haryanto Pr didampingi Ustad Abdullah Nawawi (Ketua Ansor Kabupaten Bogor) menyerahkan bingkisan Lebaran kepada pekerja gereja yang Muslim, sementara Mayor Udara Agus Basuki membacakan daftar nama penerima bingkisan

Bukber5

 

 

 

Tinggalkan Pesan