12-rasul

PEKAN BIASA XXX
Pesta Santo Simon & Yudas, Rasul (M)

Bacaan I: Ef. 2: 19-22

Mazmur: 19:2-3.4-5; R: 5a

Bacaan Injil: Luk. 6:12-19

Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat. Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan. Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.

Renungan

Kita harus bangga menjadi seorang Katolik. Salah satu yang membuat kita bangga adalah iman kita, yang dibangun atas iman para rasul dan jemaat perdana. Iman yang kita miliki ini bukanlah iman yang lahir begitu saja dari pengalaman pribadi seseorang pada saat tertentu. Iman yang kita miliki ini sudah teruji sepanjang sejarah kehidupan; benar, tidak menyesatkan, dan sungguh dari Allah. Ini terbukti dari apa yang dikatakan sendiri oleh Rasul Paulus: ”…. yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru” (Ef. 2:20). Terlebih lagi pada hari ini kita memperingati dua rasul Yesus, yaitu Simon dan Yudas (anak Yakobus).

Dengan demikian, dalam diri kita ada rahmat dan tugas pengutusan yang serupa ada dalam diri para rasul. Kita ini dibangun menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh, dan mendapat tugas untuk membangun tubuh Kristus bersama sesama.

Permenungan kita sekarang adalah bagaimana hal itu dapat dibangun dan senantiasa ber’gaung’ dalam hidup batin kita. Kita harus meneladani apa yang dilakukan oleh para murid. Mereka datang pada Yesus untuk mendengarkan Dia (bdk. Luk. 6:18). Jelas sudah bagi kita, kita hanya mampu menjaga rahmat dan tugas perutusan kita kalau kita setia mendengarkan Dia.

Ya Tuhan Yesus Sang Guruku, aku ingin menjadi pengikut-Mu yang setia. Bersabdalah ya Guru, murid-Mu ini akan setia mendengarkan dan mematuhi perintah-Mu. Amin.

Tinggalkan Pesan