mimbar-lazarus-dan-orang-kaya-hidup-katolik

PEKAN BIASA XXVI (H)
Santo Nikolas dari Flue;
Santo Sergius dari Radonezh

Bacaan I: Am. 6:1a.4-7

Mazmur: 146:7.8-9a.9bc-10; R:1b

Bacaan II: 1Tim. 6:11-16

Bacaan Injil: Luk. 16:19-31

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang-orang Farisi: ”Ada seorang kaya yang selalu ber­pakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan. Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya. Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. Selain dari itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang. Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu. Jawab orang itu: Tidak, Bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat. Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.”

Renungan

Hanya sedikit orang yang bertahan dalam idealisme dan praktik keadilan di tengah carut marut wajah negeri ini. Banyak orang terbawa arus ketidakadilan dan menyerah dengan situasi, sistem, dan iklim ketidakadilan yang sudah berakar dan menggurita. Korupsi berjemaah malahan seolah menjadi hal biasa. Para pejuang keadilan dan kebenaran seakan berhadapan dengan tembok yang teramat tinggi dan kokoh.

Keadilan sejati memang sulit ditemukan di dunia ini. Akan tetapi, kita tidak boleh putus asa dan menyerah. Kisah Lazarus dalam Injil membuka horizon berpikir dan bertindak dalam hidup beriman kita. Allah akan menegakkan keadilan sejati itu. Di dunia akhirat, Allah akan menjadi Hakim yang adil, yang mengganjari orang benar dan menghukum mereka yang tidak benar.

Selagi masih di dunia dan masih ada waktu,tinggalkanlah cara hidup yang tidak adil. Tidak ada jembatan antara neraka dan surga. Tuhan hanya menyediakan jembatan antara dunia dan surga atau neraka. Yesuslah jembatan menuju Surga. Berbahagialah orang yang percaya kepada-Nya.

Ya Tuhan, kobarkan pengharapanku akan keadilan-Mu dan kuatkanlah aku untuk hidup menurut keadilan-Mu. Amin.

Tinggalkan Pesan