nikodemus-lagi-dengan-yesus

PEKAN PASKAH II (P)

Santo Vinsensius Ferreri, Santa Yuliana dari Kornillon

Bacaan I: Kis. 4:32-37

Mazmur: 93:1ab.1c-2.5; R:1a

Bacaan Injil: Yoh. 3:7-15

Dalam percakapan-Nya dengan Niko­demus, Yesus berkata: ”Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepa­damu: Kamu harus dilahirkan kembali. Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.” Nikodemus menjawab, katanya: ”Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?” Jawab Yesus: ”Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami. Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal surgawi? Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga, selain dari pada Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.”

Renungan

Yesus adalah penampakan diri dan kasih Allah. Kasih Allah yang dengan sempurna tampak pada peristiwa salib dan kebangkitan-Nya. Setiap orang yang menaruh iman kepada Yesus akan dibawa masuk ke dalam relasi Allah Tritunggal yang sifatnya imanen-transenden.

Imanen berarti relasi kasih akan Allah itu harus diwujudkan dalam kehidupan masa kini. Kasih Allah harus bisa dirasakan oleh semua orang di sekitar kita. Hal ini tampak dalam cara hidup komunitas beriman perdana. Mereka hidup sehati-sejiwa, hidup dalam kasih karunia yang melimpah sehingga tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka. Transenden berarti relasi kasih kita dengan Yesus Kristus, Allah dan manusia, harus sungguh tak tergoyahkan. Kita percaya bahwa Ia yang ditinggikan di salib dan telah bangkit mulia adalah sumber hidup yang sesungguhnya. Siapa yang memandang (baca: mengimani) Dia, akan memiliki hidup berkelimpahan di bumi (bdk.Yoh.10:10) dan keselamatan kelak di surga.

Ya Tuhan, tambahkanlah selalu kasih-Mu dalam diriku. Kuatkan aku juga untuk berbagi kasih dengan semua orang di sekitarku, khususnya di dalam keluargaku sendiri. Amin.

1 komentar

Tinggalkan Pesan