10-Sept-KWI-R-702x336

PEKAN BIASA XXIII (H)

Santo Theodardus; Santo Nikolaus Tolentino
Beato Oglerius; Fransiskus Garate

Bacaan I: Kol. 3:12-17

Mazmur: 150:1-6; R:6

Bacaan Injil: Luk. 6:27-38

Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya: “Dengarkanlah perkataan-Ku ini: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. Barang siapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barang siapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu. Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu. Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka. Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosa pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka. Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian. Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak. Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati. Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

Renungan

Kebencian kerap kali menjadi peristiwa harian kita. Kebencian yang paling ironis justru terjadi antarsaudara atau anggota keluarga yang seharusnya saling mencintai. Pertanyaan buat kita, sejauh mana ajaran Yesus untuk mengasihi musuh dan orang yang membenci kita dapat kita laksanakan?

Normalnya adalah kita mengasihi orang yang mengasihi kita dan balas membenci orang yang membenci dan menyakiti kita. Maka bisa dikatakan ajaran Yesus ini tidak masuk akal. Ternyata ajaran Yesus ini nantinya mendapat bukti saat terakhir hidupnya di kayu salib, Ia tetap mau mengampuni dan mencintai orang-orang yang sudah memfitnah, menyiksa dan membunuhnya.

Inilah tantangan bagi kita pengikut Yesus. Mampukah kita melaksanakan ajaran dan teladan Tuhan kita? Ingatlah satu hal ini. Balas dendam dan kebencian tidak pernah dapat meyelesaikan persoalan secara permanen. Kita hanya akan masuk dalam lingkaran sakit hati yang terus-menerus tidak ada putusnya. Jalan paling baik adalah memutus situasi negatif itu dengan sikap hati yang penuh damai dan cinta.

Ya Bapa, ajarilah aku untuk mampu mengasihi dan mengampuni mereka yang menyakiti aku. Dan semoga aku pun tidak menyakiti orang lain. Amin.

 

Tinggalkan Pesan