23-Juli-KWI-R-702x336

PEKAN BIASA XVI (H)

Santa Brigitta; Santo Apolinaris

Bacaan I: Kel. 19:1-2.9-11.16-20b

Mazmur: Dan. 3:52-56

Bacaan Injil: Mat. 13:10-17

Setelah Yesus menceritakan perumpamaan tentang penabur, datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: ”Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?” Jawab Yesus: ”Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Surga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak men­dengar dan tidak mengerti. Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka. Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”

Renungan

Walaupun sama-sama memiliki mata dan telinga, dua orang manusia dapat melihat dan mendengar objek yang sama secara berbeda. Pada sebuah lukisan misalnya, yang satu akan mengatakannya indah, yang lainnya mengatakan tidak. Yang satu mengaguminya, yang lain malah mencelanya.

Demikian pun halnya terhadap Yesus dan ajaran-Nya. Dari zaman dahulu sampai sekarang, orang-orang masih memiliki cara pandang dan cara dengar yang berbeda atasnya. Yang satu menerima-Nya dengan penuh iman, yang lain mempertanyakan, dan malah menantang-Nya. Yang satu ingin menyanjung-Nya, yang lain ingin membunuh-Nya.

Berbahagialah kita yang mempunyai mata dan telinga yang menuntun kita untuk menerima dan mengimani Yesus. Namun, bahagia saja tidaklah cukup. Yang lebih penting yang dituntut Yesus adalah bahwa kita tetap terus-menerus memperbarui iman kita dengan bersifat terbuka dan belajar dari yang lain. Ada banyak cara baru, dan ada banyak kharisma yang berbeda dalam pewartaan Injil. Menerima yang satu hendaklah tidak serta merta berarti mengucilkan yang lain. Eksklusivisme kelompok dan fundamentalisme religius perlu disingkirkan agar telinga kita tidak berat mendengar dan mata kita tidak melekat tertutup, seperti orang-orang yang dikecam Yesus dalam bacaan Injil hari ini. Kita perlu saling melihat dan saling mendengar agar menjadi lebih sempurna sampai kepada Yesus.

Tuhan, tambahkanlah imanku agar aku sanggup melihat dan mendengar kehadiran-Mu dalam diri orang lain yang berbeda dengan aku. Amin.

 

Tinggalkan Pesan