VATIKAN, Pena Katolik — Setelah menghabiskan waktu lebih dari 20 tahun sebagai misionaris dan uskup di Peru, Paus Leo XIV memiliki ikatan emosional dan historis yang sangat kuat dengan tanah air keduanya tersebut—negara tempat beliau memegang kewarganegaraan sejak tahun 2015. Pasca-terpilih sebagai Pemimpin Gereja Katolik Roma, beliau dikelilingi oleh sejumlah warga negara Peru dan tetap menjalin hubungan dekat dengan para anggota Konferensi Uskup di negara tersebut.
Lingkaran terdekat Bapa Suci di Vatikan mencakup seorang sekretaris pribadi, empat orang suster, serta dua uskup kepercayaan dari Peru.
Sekretaris Pribadi
Sekretaris pribadi Paus, Mgr. Edgard Iván Rimaycuna Inga, menjadi mata rantai personal terkuat Bapa Suci dengan bekas keuskupannya di Chiclayo, Peru. Menjadi salah satu pejabat yang diangkat langsung oleh Paus Leo XIV tak lama setelah terpilih. Imam berusia 37 tahun yang sangat bersahaja ini ditahbiskan di Keuskupan Chiclayo pada 2014, beberapa saat setelah Robert Prevost (kini Paus Leo XIV) mulai memimpin keuskupan tersebut hingga tahun 2023.
Paus telah mengenal Mgr. Rimaycuna sejak masa-masa di seminary dan mendampingi perjalanan awal pelayanannya selama hampir satu dekade. Ketika Paus Fransiskus mengangkat Mgr. Prevost sebagai Prefek Dikasteri untuk Para Uskup di Roma pada 2023, ia memboyong Mgr. Rimaycuna ke Roma untuk menjadi sekretaris pribadinya setelah sebelumnya menyelesaikan studi di sana.
Dalam sebuah wawancara langka, imam asal Peru ini mengutip frasa Santo Yohanes Pembaptis sebagai prinsip hidupnya: “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” (Yoh 3:30). Selain mendampingi Bapa Suci dalam berbagai agenda kepausan, Rimaycuna dilaporkan menjadi mitra rutin Paus saat bermain tenis di lapangan Castel Gandolfo.
Empat Suster di Wisma Apostolik
Kehadiran para suster ini sempat menjadi salah satu rahasia terbaik Vatikan hingga perjalanan luar negeri Paus Leo XIV ke Prancis baru-baru ini. Di luar jajaran sekretaris, lima suster tinggal di apartemen kepausan di Istana Apostolik—empat di antaranya berasal dari Peru dan satu dari Amerika Serikat. Mereka membentuk komunitas kecil yang mendampingi keseharian Bapa Suci.
Kehadiran mereka mulai diketahui publik saat dua di antaranya mendampingi Paus dalam kunjungan ke Paris, Lourdes, dan Metz. Surat kabar Italia La Repubblica melaporkan bahwa para suster ini bekerja paruh waktu di Istana Apostolik sambil melanjutkan studi mereka di Roma.
Para suster yang selalu tampil low profile ini merupakan anggota Pro Ecclesia Sancta, sebuah institut kehidupan terbakti Katolik yang didirikan di Peru pada 1992 dan kini beroperasi di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat.
Berbeda dengan laporan sejumlah media, para suster ini bertugas membantu pekerjaan para sekretaris Paus, bukan khusus mengurus rumah tangga kepausan. Komunitas ini juga berbeda dengan para biarawati yang tinggal di Biara Mater Ecclesiae yang memiliki misi khusus berdoa bagi Penerus Petrus.
Kontak Terpercaya
Pada 30 Oktober, Uskup Agung Cusco dari Ordo Fransiskan, Mgr. Richard Daniel Alarcón Urrutia OFM, wafat hanya beberapa hari sebelum kunjungan bersejarah Paus ke wilayah tersebut. Posisi tersebut secara otomatis digantikan oleh Mgr. Lizardo Estrada Herrera, yang sebelumnya diangkat Paus Leo XIV sebagai Uskup Agung Koajutor pada 29 Agustus.
Uskup Agung berusia 53 tahun dari Ordo Santo Agustinus ini telah mengenal Pastor Robert Francis Prevost sejak masa pelayanannya di Trujillo pada rentang 1988–1999. Saat itu, Pastor Prevost menjadi pengajar sekaligus pembimbing kerohanian pastor Estrada Herrera selama pembinaan sebagai biarawan Agustinian. Kerja sama keduanya berlanjut selama bertahun-tahun.
Pada Mei 2023, Estrada Herrera terpilih sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Uskup Amerika Latin dan Karibia (CELAM). Menegaskan besarnya rasa percaya di antara keduanya, Paus Leo XIV memberi mandat tambahan kepada Estrada Herrera di Roma sebagai anggota Dikasteri untuk Mempromosikan Pembangunan Manusia Holistik dan Dikasteri untuk Komunikasi.
Keuskupan Chiclayo
Mgr. Edinson Edgardo Farfán Córdova OSA memimpin Keuskupan Chiclayo sejak 2024. Biarawan Ordo Santo Agustinus ini menggantikan Robert Francis Prevost yang dipanggil ke Roma oleh Paus Fransiskus.
Kedua tokoh ini saling mengenal dengan baik sejak Mgr. Prevost menjabat sebagai Prior Jenderal Ordo Agustinian pada periode 2001–2013. Pada masa itu, Farfán Córdova mengucapkan profesi kekal atas janji biaranya pada 2003 dan ditahbiskan menjadi imam pada 2008.
Hubungan erat tersebut makin terlihat ketika Farfán Córdova ditahbiskan menjadi uskup untuk memimpin Prelatur Teritorial Chuquibambilla pada 2020, di mana Mgr. Robert Francis Prevost—yang saat itu menjabat Uskup Chiclayo—bertindak sebagai salah satu uskup penahbis pendamping (co-consecrator).



