VATIKAN, Pena Katolik — Paus Leo XIV menegaskan kembali sikap tegas Gereja Katolik dalam melawan antisemitisme dan segala bentuk diskriminasi agama. Hal tersebut disampaikan Bapa Suci saat menerima delegasi dari American Jewish Committee dalam sebuah audiensi swasta di Vatikan pada hari Kamis.
Pertemuan ini merupakan salah satu dari beberapa rangkaian dialog yang telah dilakukan Paus Leo XIV bersama para pemimpin Yahudi sejak beliau terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik pada tahun 2025.
Audiensi tersebut berlangsung bertepatan dengan peringatan pesta liturgis Santo Yohanes Paulus II. Dalam sambutannya, Paus Leo XIV memuji upaya gigih Paus asal Polandia tersebut dalam memajukan dialog antara umat Katolik dan Yahudi, seraya mengenang kembali pesan yang pernah disampaikan Yohanes Paulus II kepada delegasi komite yang sama pada tahun 1995.
“Saat berbicara di hadapan dewan pengurus komite Anda pada tahun 1995, ia mengamati bahwa ‘dialog antara umat Kristiani dan Yahudi harus menemukan ungkapan yang nyata dalam kehidupan kedua komunitas kita,'” ujar Paus Leo XIV mengutip pendahulunya.
“Kata-kata tersebut tetap relevan hingga hari ini, sebagaimana tercermin dalam komitmen jangka panjang organisasi Anda untuk berdialog dan bekerja sama dengan Gereja Katolik,” lanjut Bapa Suci.
Martabat Manusia
Sama seperti yang beliau sampaikan pada bulan Juni lalu saat bertemu dengan United Jewish Appeal-Federation of New York, Paus Leo XIV kembali merefleksikan kemajuan dialog Katolik-Yahudi sejak diterbitkannya dokumen dekrit Konsili Vatikan II, Nostra Aetate, pada tahun 1965 yang secara tegas mengecam segala bentuk antisemitisme.
“Berakar pada warisan spiritual kita bersama, persahabatan ini juga memanggil kita untuk membela martabat manusia, melayani kaum miskin, melindungi kebebasan beragama, serta mempromosikan keadilan dan perdamaian. Hal yang sangat mendasar bagi komitmen ini adalah penolakan terhadap segala bentuk kebencian dan diskriminasi agama maupun etnis,” tegas Paus Leo XIV.
Menegaskan kembali posisi teguh Gereja melawan antisemitisme, Bapa Suci menambahkan bahwa perbedaan pendapat yang terjadi antara umat Katolik dan Yahudi “tidak boleh memicu prasangka dan permusuhan.” Beliau meyakini bahwa persaudaraan di antara kedua komunitas “pastilah akan berkontribusi dalam membangun dunia yang lebih damai.”



