SMP YPPK Santo Yohanes XXIII Merauke Rayakan HUT ke-50 dengan Tanam Ribuan Mangrove

MERAUKE, Pena Katolik – SMP YPPK Santo Yohanes XXIII Merauke merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 dengan merangkaikan berbagai aksi sosial dan kepedulian lingkungan. Puncak peringatan perayaan emas ini diwarnai dengan aksi penanaman 3.500 bibit mangrove dan kelapa di Pantai Yobar I, kunjungan kasih, aksi bersih-bersih kota, hingga perayaan Misa Pesta Syukur.

Rangkaian kegiatan peringatan diawali dengan penanaman pohon kelapa dan mangrove, dilanjutkan dengan kunjungan kasih. Pada 14 Oktober, jajaran sekolah kembali melakukan penanaman bibit pohon mangga, diikuti aksi bersih-bersih Kota Merauke pada 15 Oktober.

Puncak perayaan berlangsung pada 17 Oktober melalui Misa Pesta Syukur yang dipimpin oleh Romo Aloysius Kelbulan serta dihadiri oleh tamu undangan dan para alumni di halaman sekolah.

Dalam khotbahnya, Romo Kelbulan yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Pendidikan sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Keuskupan Agung Merauke, menekankan agar seluruh civitas academica SMP YPPK Santo Yohanes XXIII bergerak maju dan tidak terpaku pada masa lalu.

“Kini semua orang ingin diterima dalam pergaulan, mendapat banyak teman agar terlihat lebih keren di media sosial saja,” ujar Romo Kelbulan.

Ia mengkritik fenomena kaum muda yang terlalu sibuk ber-media sosial namun menyembunyikan identitas mereka sebagai umat Kristiani. Menurutnya, media sosial seharusnya dimanfaatkan untuk membicarakan ilmu pengetahuan dan masa depan.

Mengacu pada tema besar HUT ke-50 SMP YPPK Santo Yohanes XXIII—yakni Berkarya, Beriman, Berbagi Kasih, Peduli Lingkungan Hidup untuk Generasi Papua Selatan yang Unggul—Romo Kelbulan mengutip firman Tuhan dari Surat Efesus 1:15-23. Ia mengingatkan pentingnya mengenali Allah secara mendalam.

“Sebagai orang muda, para peserta didik hendaklah sibuk memikirkan masa depan, pendidikan, pekerjaan, serta hubungan yang mengarah pada impian mereka. Semuanya penting, tetapi harus diukur apakah hubungan tersebut bermanfaat bagi masa depan atau tidak. Jika hubungan itu tidak baik, tinggalkan saja. Membangun hubungan dengan Tuhan Allah jauh lebih bernilai dan memberikan kepastian yang lebih baik,” imbaunya.

Selain itu, ia juga mengajak civitas academica untuk hidup sesuai ajaran Injil Lukas 12:8-12, yakni menjauhi gosip, berani menolak tindakan curang, serta bersahaja dalam hidup. Romo Kelbulan turut mengapresiasi panitia yang memberikan perhatian besar pada kelestarian alam sesuai anjuran Papa Fransiskus dalam Ensiklik Laudato Si’.

Sementara itu, Bupati Merauke, Yosep Bladib Gebze, menyampaikan apresiasinya atas kiprah 50 tahun SMP YPPK Santo Yohanes XXIII sebagai lembaga pendidikan yang dikelola oleh Gereja Katolik bersama masyarakat adat Marind di Merauke. Ia menilai kualitas para alumni sekolah tersebut telah teruji secara luas di berbagai bidang.

“Para guru harus menjadi pelita bagi para siswa, sementara para siswa hendaklah tekun belajar serta hormat kepada guru dan orang tua demi membawa perubahan positif bagi sesama,” tutur Bupati.

Kepala Sekolah SMP YPPK Santo Yohanes XXIII, Sr. Romasi Sihombing, KSFL, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan Pemkab Merauke atas bantuan dan dukungan yang diberikan.

Sr. Romasi menjelaskan bahwa penanaman mangrove dan kelapa melibatkan sekitar 800 peserta didik untuk menjaga kawasan pesisir Pantai Lampu Satu, Pantai Yobar I, dan sekitarnya.

“Kegiatan penanaman mangrove dan kelapa di Pantai Yobar I ini berlangsung dengan baik dan sangat berguna bagi anak cucu kita ke depan. Kami mengerahkan sekitar 800 peserta didik untuk bertanggung jawab memelihara lingkungan sesuai semangat Ensiklik Laudato Si’,” ungkap Sr. Romasi.

Turut hadir dalam perayaan resepsi tersebut Wakil Uskup Agung Merauke, Romo Hendrikus Kariwop, MSC; Romo Aloysius Batmyanik, MSC; Romo Simon Petrus Matruty; serta jajaran alumni. Acara ditutup secara simbolis dengan pelepasan sepasang burung merpati putih oleh Kepala Sekolah Sr. Romasi Sihombing, KSFL bersama Ketua Yayasan YPPK Romo Aloysius Kelbulan, Pr, sebagai ungkapan rasa syukur atas usia emas sekolah tersebut. (Agapitus Batbual/Merauke)

Komentar

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini