Tuhan yang Terluka: Sumber Kekuatan di Jalan Buntu

Kamis, 15 Oktober 2026
Peringatan Wajib Santa Teresa dari Ávila

Efesus 1:1–10
Lukas 11:47–54

Dalam hidup, terkadang kita menghadapi situasi yang membuat kita bingung harus berbuat apa atau melangkah ke mana. Hal itu bisa terjadi dalam keluarga, pekerjaan, relasi, atau dalam keadaan sulit lainnya. Ada saat-saat ketika kita ingin melarikan diri, merasa terjebak di jalan buntu, dan berpikir bahwa tidak ada jalan keluar. Kita mungkin merasa sendirian, tak berdaya, dan terus dibayangi oleh kepedihan. Kadang-kadang, kita benar-benar tidak tahu bagaimana harus melangkah lagi.

Ada sebuah kisah dari hidup Santa Teresa dari Ávila. Suatu ketika, ia berjumpa dengan roh jahat yang menyamar sebagai Tuhan kita. Teresa menyadari bahwa sosok itu bukanlah Yesus, sebab ia tidak memiliki luka-luka. Teresa tahu bahwa Tuhan yang sejati adalah Tuhan yang terluka.

Kisah ini mengingatkan kita bahwa luka-luka Kristus adalah tanda kasih-Nya, bukan kelemahan-Nya. Tuhan kita memahami apa artinya menderita. Ia mengerti rasa sakit kita karena Ia sendiri telah menanggung penderitaan. Kita tidak perlu menyembunyikan luka-luka kita dari-Nya. Sebaliknya, kita dapat membiarkan Dia masuk ke dalam kepedihan kita, menyentuh luka-luka kita, dan menuntun kita menuju pemulihan serta harapan.

Kata-kata Santa Teresa yang terkenal, “Solo Dios basta”—“Tuhan saja cukup”—mengingatkan kita bahwa Allah saja sudah cukup. Ini bukan berarti masalah kita akan tiba-tiba lenyap atau kita tidak perlu melakukan apa-apa lagi. Sebaliknya, sekalipun kita tidak dapat mengendalikan keadaan atau menemukan semua jawaban, kita tetap dapat menaruh kepercayaan kepada-Nya. Kita menyerahkan kekhawatiran kita kepada Tuhan, memohon bimbingan-Nya, dan membiarkan rahmat-Nya menuntun langkah kita.

Terkadang, kita tidak dapat mengubah apa yang terjadi di sekitar kita. Namun, kita dapat memilih untuk mempercayakan diri kepada Allah yang tidak pernah meninggalkan kita.

Hari ini, marilah kita mengingat bahwa luka dan pergumulan kita bukanlah akhir dari kisah hidup kita. Ketika kita membiarkan Allah masuk ke dalam kepedihan kita, hati yang terluka pun dapat menjadi tempat kita mengalami kerahiman dan kasih-Nya.

Mungkin kita belum menemukan semua jawaban. Mungkin kita masih merasa lemah dan bimbang. Namun, bersama Allah, kita tidak pernah sungguh-sungguh sendirian.

Solo Dios basta. Tuhan saja cukup.

Doa:
Tuhan, ketika kami merasa tersesat, terluka, dan tidak sanggup melangkah lagi, bantulah kami untuk percaya akan kehadiran-Mu. Sentuhlah luka-luka kami dengan kasih-Mu yang menyembuhkan, tuntunlah kami dalam setiap pergumulan, dan ajarilah kami menyerahkan hidup kepada kerahiman serta rahmat-Mu. Semoga kami selalu ingat bahwa Engkau saja sudah cukup. Amin.

Rm. EL. OP

Komentar

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini