Bayi Ajaib yang Menjadi Alasan Beatifikasi Uskup Fulton Sheen, Mersembahkan Relikue Sang Beato saat Beatifikasi

ST. LOUIS, Pena Katolik — Di tengah antusiasme sekitar 50.000 umat Katolik dari seluruh dunia yang berkumpul di St. Louis untuk menghadiri upacara beatifikasi Uskup Agung Fulton Sheen, perhatian publik tertuju pada sosok tamu yang sangat istimewa. Sosok tersebut adalah James Fulton Engstrom, remaja berusia 16 tahun, yang mukjizat kesembuhannya menjadi jalan beatifikasi bagi sang uskup agung.

James lahir tanpa denyut nadi selama 61 menit, sebelum akhirnya selamat secara Ajaib. Keluarganya saat itu berdoa dengan perantaraan Fulton Sheen. Sontak, mukjizat terjadi, James perlahan dapat bernafas dan kini telah berusia 16 tahun pada 16 September lalu.

Pada Misa beatifikasi ini, James hadir bersama kedua orang tuanya dan tujuh saudaranya. James mendapat kehormatan untuk menyerahkan relikui Fulton Sheen dalam Misa Beatifikasi.

“Kedelapan anak saya hadir di sini hari ini. James, anak ketiga kami, adalah orang yang akan menyerahkan relikui tersebut selama upacara beatifikasi,” ujar sang ibu, Bonnie Engstrom, dalam konferensi pers menjelang acara.

Kisah luar biasa ini sebelumnya telah ditulis oleh Bonnie dalam bukunya yang berjudul 61 Minutes to a Miracle: Blessed Fulton Sheen’s Prayerful Intercession. Buku ini menggambarkan keajaiban tersebut. Putri Bonnie, Lydia, sempat mengunggah momen emosional di Instagram: “Mengemas barang untuk Beatifikasi karena saudara laki-lakiku yang dulu sempat dinyatakan meninggal, kini sudah menjadi remaja berusia 16 tahun.”

Gambaran Surga

Konferensi pers pra-Misa tersebut dihadiri oleh Bonnie Engstrom bersama Monsignor Jason Gray, yang memimpin penyelidikan formal atas mukjizat tersebut, serta Uskup Louis Tylka dari Keuskupan Peoria. Bonnie menggambarkan suasana berkumpulnya ribuan umat tersebut sebagai sebuah gambaran keindahan surga.

“Seluruh perjalanan ini bagi kami adalah tentang berjalan bersama Gereja, orang-orang terkasih, dan umat Katolik dari seluruh dunia yang mendoakan putra kami serta membagikan devosi mereka kepada Sheen,” tutur Bonnie.

Bonnie menceritakan alasan mengapa ia dan suaminya, Travis, memilih memohon doa Uskup Agung Sheen saat bayi mereka terlahir dalam keadaan mati (stillborn). Sejak awal masa kehamilan, sosok Fulton Sheen sudah memiliki tempat khusus di hati keluarga mereka.

“Ketika hamil, James, saya, dan suami memutuskan untuk menamainya dari Fulton Sheen dan menempatkannya di bawah perlindungan sang uskup. Jadi, sejak dalam kandungan, saya sudah berdoa agar Fulton Sheen mendampingi, melindungi, dan membela putra saya sepanjang hidupnya,” jelas Bonnie.

Bagi Bonnie yang berasal dari Peoria—kota tempat Fulton Sheen tumbuh besar—sang Uskup Agung terasa seperti tokoh lokal yang membanggakan.

“Melihat videonya dan membaca karyanya terasa seperti mendengarkan kakek sendiri berbicara: penuh kebijaksanaan, humor, dan kepribadian yang hangat,” tambahnya.

Kini, James Fulton tumbuh menjadi remaja yang memiliki devosi pribadi kepada Uskup Agung Sheen. Namun, pihak keluarga dan komunitas paroki setempat berusaha menjaga James agar tetap memiliki kehidupan yang normal dan terhindar dari sorotan media yang berlebihan.

“Kami berusaha menjaga James dari sorotan publik. Kami sangat diberkati memiliki komunitas paroki yang sangat melindungi James. Dia pemuda yang menyenangkan, tetapi dia tetaplah seorang remaja biasa yang membutuhkan ruang dan rahmat untuk menjalani jalannya sendiri,” ungkap Bonnie.

Meskipun kisah hidupnya bermula dari mukjizat besar, bagi keluarganya, keberadaan James yang kini tumbuh sebagai remaja 16 tahun biasa adalah kesaksian nyata sehari-hari akan kuasa doa dan kebaikan Tuhan.

Komentar

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini