LABUAN BAJO, Pena Katolik — Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, menyambut hangat kunjungan Menteri Agama Nasaruddin Umar di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis 3 September 2026. Menurutnya, kehadiran Menag menjadi penguat moral serta jembatan solidaritas antarmanusia bagi masyarakat Flores yang tengah berjuang memulihkan diri pascagempa bumi.
Kunjungan kerja Menag ini ditandai dengan penyerahan bantuan tanggap darurat senilai 3 miliar untuk warga terdampak bencana. Turut mendampingi dalam agenda tersebut Plt. Dirjen Bimas Katolik, Adiyarto Sumardjono, serta Staf Khusus Menteri Agama, Ismail Cawidu dan Gugun Gumilar.
Masyarakat Flores masih merasakan dampak signifikan pascagempa yang mengguncang pada 15 Agustus 2026 lalu. Bencana ini tidak hanya merusak infrastruktur tempat tinggal, tetapi juga menghilangkan rasa aman warga.
Mgr. Maksimus menegaskan bahwa aspek terberat dalam penanganan bencana adalah pemulihan psikologis dan harapan para korban.
“Yang paling berat untuk dipulihkan bukan hanya bangunan yang roboh, tetapi terutama harapan yang sempat ikut runtuh bersama puing-puing bangunan,” ujar Mgr. Maksimus di Labuan Bajo.
Ia mengapresiasi kehadiran Menag yang dinilainya hadir tidak sekadar sebagai pejabat negara, melainkan sebagai saudara yang mau mendengar dan melihat langsung penderitaan warga tanpa memandang latar belakang.
Dalam pesannya, Uskup Labuan Bajo mengibaratkan kunjungan Menag sebagai jembatan persaudaraan yang tak tergoyahkan oleh bencana fisik.
Atas nama Keuskupan Labuan Bajo dan komunitas keagamaan setempat, Mgr. Maksimus menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah pusat. Ia berharap sinergi ini menjadi inspirasi bagi warga Flores untuk terus saling menjaga, merawat, dan menguatkan sepanjang masa pemulihan.



