TAPANULI TENGAH, Pena Katolik — Uskup Sibolga, Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga Bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Tapanuli Tengah (Tapteng), Binsar TH Sitanggang meresmikan sekaligus menyerahkan bangunan fasilitas pipanisasi air bersih bagi masyarakat Lobu Singkam, Kelurahan Nauli, Kecamatan Sitahuis, Sabtu (1/8/2026). Acara yang penuh kehangatan ini dipusatkan di Gereja HKBP Lobu Singkam.
Mgr. Fransiskus mengungkapkan bahwa proyek ini didasari oleh rasa keprihatinan yang mendalam atas kesulitan warga dalam mendapatkan akses air bersih yang layak.
“Pembangunan ini merupakan hasil kerja sama Keuskupan Sibolga, Organisasi Samudera, Pemerintah, dan Masyarakat yang saling bergotong royong,” tutur Uskup.
Mgr. Fransiskus menegaskan bahwa fasilitas ini adalah milik bersama yang harus dijaga tanpa sekat pemisah. “Kami menyampaikan bahwa air ini tidak boleh diklaim oleh pihak manapun. Ini merupakan air dari masyarakat dan untuk masyarakat tanpa ada perbedaan,” pukasnya.
Kegiatan serah terima ini turut dihadiri oleh Camat Sitahuis, perwakilan Organisasi Samudera, para Lurah dan Kepala Desa se-Kecamatan Sitahuis, serta ratusan warga setempat.
Infrastruktur air bersih sepanjang 2 kilometer tersebut dibangun sebagai solusi konkret atas krisis air bersih yang dialami warga pascabencana alam pada tahun 2025 lalu. Proyek ini terwujud berkat kolaborasi antara Keuskupan Sibolga, Asosiasi Samudera, serta semangat gotong royong masyarakat setempat. Saat ini, fasilitas tersebut sudah dapat dimanfaatkan langsung oleh 105 Kepala Keluarga (KK).
Dalam sambutannya, Sekda Tapteng Binsar Sitanggang mengapresiasi tinggi inisiatif pemenuhan kebutuhan pokok warga ini dan mengajak masyarakat untuk merawatnya.
“Kami mengharapkan kepada masyarakat agar memanfaatkan bangunan ini dengan baik, serta merawatnya agar fasilitas ini bisa terus berguna dalam jangka panjang,” kata Binsar.
Ia juga mengingatkan warga akan pentingnya menjaga kelestarian alam sekitar. “Kami mengimbau masyarakat agar memanfaatkan hasil hutan untuk peningkatan ekonomi keluarga, tetapi jangan sampai kita menebang pohon yang dapat merusak lingkungan,” tambahnya.



