YOGYAKARTA, Pena Katolik — Sebanyak lebih dari seribu alumni Jesuit dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Auditorium Driyarkara, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, pada Kamis (30/7/2026). Perhelatan ini menandai dimulainya Kongres World Union of Jesuit Alumni (WUJA) ke-11, sebuah rakitan internasional lima hari yang berfokus pada kepemimpinan Ignasuan, kolaborasi global, dan pelayanan kemanusiaan.
Mengusung tema “United in Spirit, Leading with Purpose”, kongres ini mencatatkan rekor peserta terbesar dalam sejarah WUJA. Acara dibuka secara resmi oleh Provinsial Serikat Jesus Indonesia sekaligus tuan rumah WUJA XI, Pater Bagus Laksana, SJ. Dalam sambutannya, Pater Bagus menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran peserta serta dukungan dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang dinilainya mempertegas kemitraan erat antara institusi Jesuit dan masyarakat Yogyakarta.
Pater Bagus menekankan bahwa kongres ini bukan sekadar ajang reuni alumni, melainkan sebuah komitmen bersama untuk menjawab tantangan global. Di tengah dunia yang diwarnai konflik, polarisasi politik, dan ancaman dehumansasi, jaringan alumni Jesuit dipanggil untuk menjadi jembatan perdamaian.
“Kepemimpinan Ignasian tidak berakar pada kekuasaan atau ambisi pribadi, melainkan pada pelayanan, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat manusia,” tegas Pater Bagus.
Mengambil inspirasi dari pemikiran filsuf Pater Nicolaus Driyarkara, SJ, serta seruan Paus Leo XIV dalam ensiklik Magnifica Humanitas, para peserta diajak untuk aktif mempromosikan dialog antarbangsa dan persatuan global.
Selain menghadiri sesi diskusi panel dan refleksi spiritual, para delegasi juga akan melakukan kunjungan budaya ke Gereja Ganjuran, Candi Borobudur, dan Candi Prambanan. Rangkaian kongres ini nantinya akan diakhiri dengan pengadopsian Resolusi Kongres serta Manifesto Identitas WUJA sebagai panduan arah langkah alumni Jesuit di masa depan.



