Benarkah Yesus dan Santo Yusuf Seorang Tukang Kayu? Ini Penjelasan Bahasa dan Konteks Sejarahnya

NAZARET, Pena Katolik – Tradisi dan kesalehan populer kerap menggambarkan Yesus dan Santo Yusuf sebagai tukang kayu. Bayangan umum yang muncul adalah sosok ayah dan anak yang bekerja bersama di bengkel kayu. Namun, apakah teks Alkitab memang mencatat demikian?

Nyatanya, penelusuran terhadap bahasa Yunani asli, terjemahan bahasa Latin, serta konteks sejarah masa itu memberikan sudut pandang yang jauh lebih kaya.

Ahli Perkayuan

Sebagian besar terjemahan Alkitab modern memang menggunakan kata “tukang kayu” untuk menggambarkan pekerjaan Yesus dan Yusuf. Namun, istilah Yunani asli yang digunakan dalam Injil Matius dan Markus adalah “téktōn”—sebuah kata yang memiliki rentang makna cukup luas.

Téktōn dapat merujuk pada ‘pengerajin, pembuat barang seni, pekerja kayu, hingga tukang batu, pembangun, atau pekerja konstruksi secara umum’. Istilah ini bahkan bisa merujuk pada seseorang yang sangat ahli dalam bidangnya dan mampu mengajar orang lain (sepadan dengan istilah “maestro” dalam bahasa Italia).

Ketika Alkitab diterjemahkan ke dalam bahasa Latin (Vulgata), kata “téktōn” diterjemahkan menjadi “faber”. Kata faber merupakan istilah umum untuk ‘pekerja atau pengerajin’. Seorang faber memang bisa saja sesekali mengerjakan sesuatu dengan bahan kayu, tetapi profesi yang secara khusus merujuk pada tukang kayu dalam bahasa Latin sebenarnya adalah “lignarius”.

Yesus Tukang

James D. Tabor, seorang ahli Alkitab dari University of North Carolina, berpendapat bahwa kata “pembangun” atau “tukang batu” mungkin merupakan terjemahan yang lebih akurat untuk menggambarkan pekerjaan Yesus. Ada beberapa alasan historis dan kontekstual yang mendukung pandangan ini:

Pengajaran Yesus banyak menggunakan kiasan dari dunia konstruksi, seperti “batu penjuru” dan “fondasi yang kokoh”. Ini mengindikasikan keakraban-Nya dengan proses perencanaan, pendanaan, hingga pembangunan sebuah rumah.

Wilayah Yudea dan Galilea pada masa itu tidak memiliki hutan yang lebat. Sebagian besar rumah dibangun menggunakan batu, bukan kayu. Oleh karena itu, sangat masuk akal jika Yusuf dan Yesus bekerja dalam bidang konstruksi bangunan berbasis batu.

Meski demikian, teori di atas bukan tanpa sanggahan. Dalam Septuaginta (terjemahan Alkitab Ibrani ke dalam bahasa Yunani yang paling awal), kata “téktōn” digunakan dalam Kitab Yesaya dan Kitab 2 Raja-Raja untuk membedakan pengerajin kayu dari pekerja lainnya. Dalam tradisi bahasa Yunani klasik “téktōn” digunakan secara spesifik untuk tukang kayu. Sementara itu, “lithólogos” digunakan untuk pekerja batu sedangkan “laxeutés” digunakan untuk pemahat batu.

Mengingat para penulis Injil sangat akrab dengan teks Septuaginta, besar kemungkinan mereka menggunakan kata téktōn dengan pemahaman klasik tersebut, yaitu sebagai ‘pengerajin kayu’.

Di sisi lain, ahli Alkitab asal Hungaria, Géza Vermes, menawarkan sudut pandang menarik dari bahasa Aram, bahasa sehari-hari yang digunakan Yesus. Vermes menduga kata “téktōn” dalam teks Yunani sebenarnya merupakan terjemahan dari kata Aram “naggara”.

Dalam tradisi Talmud, menyebut seseorang sebagai naggara, ‘tukang kayu’ sering kali merupakan kiasan untuk menggambarkan seorang terpelajar atau bijak. Jika penafsiran ini tepat, para penulis Injil mungkin tidak hanya merujuk pada mata pencarian fisik Santo Yusuf, melainkan juga mengisyaratkan bahwa ia adalah sosok yang bijaksana dan memahami Taurat dengan baik.

Apakah Yesus dan Santo Yusuf seorang tukang kayu, tukang batu, atau pekerja konstruksi umum? Bahasa dan sejarah menunjukkan bahwa keterampilannya kemungkinan besar mencakup berbagai bidang pengerajin (craftsman) yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Galilea pada masa itu.

Dengan demikian, cakupan pekerjaan Yusuf dan Yesus nyatanya lebih luas dari sebutan yang selama ini dipahami dalam tradisi popular, yang terlanjur melekatkan citra tukang kayu. Namun, makna yang disampaikan Alkitab menyatakan bahwa Yesus tumbuh dan berkarya dalam keluarga pekerja yang hidup dari kerja keras tangan mereka sendiri.

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini