Paus Leo XIV Membawa Misi Rekonsiliasi dalam Kunjungannya ke Spanyol

MADRID, Pena Katolik — Pemimpin Gereja Katolik Dunia, Paus Leo XIV, memulai kunjungan apostoliknya ke Spanyol pada Sabtu, 6 Juni 2026. Dalam kunjungan ini, Bapa Suci membawa pesan kuat mengenai pentingnya rekonsiliasi nasional dan kerja sama di tengah situasi politik yang diwarnai polarisasi.

Paus Leo XIV mendarat di Bandara Adolfo Suárez Madrid-Barajas dan langsung bertolak menuju kediaman kerajaan. Kedatangan Bapa Suci disambut dengan upacara penghormatan resmi oleh Raja Felipe VI, Ratu Letizia, serta kedua putri mereka, Putri Leonor dan Infanta Sofía, di Istana Kerajaan Madrid. Setelah itu, Paus langsung menggelar pertemuan dengan jajaran pemimpin sipil dan pemerintahan Spanyol.

Dalam pidatonya di hadapan para pemimpin pemerintahan, Paus Leo XIV menegaskan bahwa tujuannya datang ke Spanyol adalah untuk memperbarui kesetiaan umat beriman terhadap Injil, sekaligus mendorong rekonsiliasi yang lebih mendalam.

“Saya datang untuk mengonfirmasi, mendorong, dan menginspirasi kesetiaan baru para pendoa kepada Injil, serta rekonsiliasi dan kerja sama yang lebih mendalam di antara berbagai kekuatan di Negara ini,” ujar Paus Leo XIV.

Paus menyadari bahwa pesan damai yang dibawanya mungkin terdengar kontradiktif bagi sebagian pihak. Untuk memperkuat pesannya, Paus Leo XIV mengutip pemikiran dua mistikus besar Spanyol abad ke-16, Santo Yohanes dari Salib dan Santa Teresa dari Yesus. Paus menggambarkan keduanya sebagai “mistikus dengan mata terbuka”—sosok yang tidak asing dengan sejarah, melainkan mampu melihat langsung ke akar realitas.

Merespons ketakutan kontemporer yang dipicu oleh “kegelapan nalar dan kekerasan emosi,” Paus menawarkan konsep “kastil batin” yang dikembangkan Santa Teresa sebagai penawar. Menurutnya spiritualitas sejati bukanlah pelarian intim dari realitas, melainkan sebuah pembukaan diri yang radikal.

Paus menegaskan bahwa dimensi terdalam dari manusia inilah yang menjadi alasan mengapa kebebasan beragama dan hati nurani harus dilindungi. Beliau juga mencontohkan tokoh-tokoh sejarah penyeru perdamaian.

Di akhir pidatonya, Paus Leo XIV tidak ragu untuk menyentil lanskap politik Spanyol saat ini yang kian terpolarisasi. Beliau menyayangkan sikap para pemimpin yang kerap memanfaatkan perpecahan demi popularitas semata.

“Hari ini, godaan untuk meraih popularitas dengan mengipasi api polarisasi tampaknya semakin berkembang, alih-alih berkurang; martabat manusia tidak pernah berhenti dilanggar,” sesal Paus.

Merujuk pada ensikliknya yang bertajuk Magnifica humanitas (diterbitkan 25 Mei lalu), Paus Leo XIV mengingatkan bahwa dunia yang saat ini diguncang oleh ketidakseimbangan dan konflik yang mengerikan, sebenarnya sedang menangis dan menjerit meminta perdamaian, penghormatan terhadap martabat manusia, serta peradaban kasih.

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini