VATIKAN, Pena Katolik – Paus Leo XIV secara resmi menyetujui pembentukan Komisi Antar-Dikasteri untuk Kecerdasan Buatan (AI). Keputusan ini tertuang dalam sebuah reskrip tertanggal 12 Mei yang dirilis pada Sabtu (16/5), dan ditandatangani oleh Kardinal Michael Czerny, Prefek Dikasteri untuk Memajukan Pembangunan Manusia Integral.
Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas pesatnya perkembangan dan meluasnya penggunaan AI dalam beberapa dekade terakhir. Vatikan menaruh perhatian besar terhadap dampak teknologi ini bagi umat manusia, sekaligus menegaskan komitmen Gereja dalam melindungi martabat dan perkembangan manusia secara utuh.
Komisi baru ini melibatkan kolaborasi erat dari tujuh badan Vatikan, termasuk Dikasteri Doktrin Iman, Dikasteri Kebudayaan dan Pendidikan, serta Akademi Kepausan untuk Kehidupan. Untuk tahun pertama, Dikasteri untuk Memajukan Pembangunan Manusia Integral akan bertindak sebagai koordinator guna memfasilitasi pertukaran informasi, penyusunan kebijakan penggunaan AI di lingkungan Takhta Suci, serta mendorong dialog.
Isu AI dan kemajuan teknologi memang menjadi perhatian utama dalam pontifikat Paus Leo XIV. Sejak awal terpilih pada Mei 2025, ia menegaskan bahwa pemilihan nama “Leo” terinspirasi dari Paus Leo XIII—penulis ensiklik Rerum Novarum yang menanggapi Revolusi Industri. Melalui komisi ini, Paus Leo XIV ingin ajaran sosial Gereja hadir menjawab tantangan “revolusi industri modern” demi membela keadilan, hak pekerja, dan martabat manusia.




