PADANG, Pena Katolik – Sebuah tonggak sejarah baru bagi pendidikan calon imam di wilayah ini berhasil terukir di Keuskupan Padang. Uskup Padang, Mgr. Vitus Rubianto Solichin SX memimpin Pemberkatan dan Peresmian Gedung Baru Seminari Menengah Maria Nirmala, Sumatra Pada Senin 6 April 2026.
Seminari Menengah Maria Nirmala dibuka sejak tahun 1941. Seminari ini sempat berpindah ke Medan dan dirikan kembali di Padang. Pada tahun 1961, Seminari Maria Nirmala dibuka kembali dengan rektor Pastor Aldo La Ruffa SX lalu sempat ditutup kembali karena kurangnya siswa pada tahun 1985. Seminari Menengah Maria Nirmala lalu dibuka kembali pada 2 Agustus 2022, selang dua tahun setelah Keuskupan Padang memiliki uskup baru.
Mgr. Vitus mengucap Syukur atas bantuan dari pelbagai pihak, termasuk dari Vatikan yang mendukung Pembangunan gedung seminari yang baru ini. Dari awalnya melihat kebutuhan dana yang besar, ia berterima kasih karena kini pembangunan gedung baru Seminari Menengah Maria Nirmala telah rampung.
Mgr. Vitus lalu mengenang, seorang ibu dari KKIT di Semarang, yang bahkan menjual rumahnya kemudian memberikan hasilnya untuk mendukung pembangunan seminari.
“Ibu itu sudah menghadap Tuhan, sesudah menyerahkan hasil penjualan (rumahnya-red) separo untuk keuskupan, separo untuk seminari, kita ingat juga dalam doa, Ibu Inge dari KKIT Semarang,” ujar Mgr. Vitus sambil mengenang Ibu Inge, yang menjual rumahnya untuk disumbangkan dalam mendukung Pembangunan Seminari Maria Nirmala.
Peresmian Gedung Baru Seminari Maria Nirmala ini menjadi saat bersejarah bagi pendidikan calon imam di Keuskupan Padang. Peresmian gedung baru berlangsung dengan khidmat ini menjadi momentum refleksi atas penyertaan Tuhan yang nyata dalam setiap tahapan pembangunan. Kehadiran gedung baru ini diharapkan dapat menjadi wadah yang lebih representatif bagi para seminaris dalam menempuh pendidikan dan formasi rohani.
Mgr. Vitus pada saat peresmian ini bercerita tentang perjuangan memulai renovasi gedung Seminari Maria Nirmala. Dari awalnya sulit dalam pencarian dana, dalam empat tahun ini sedikit-demi sedikit Seminari Maria Nirmala menyelesaikan renovasi.
“Tidak mungkin ini hanya 11 M, kalau bahasa pemerintah ini harusnya 30-an M,” kata Mgr. Vitus menirukan kata Wali Kota Padang saat melihat gedung seminari yang baru ini.
“Karena orang menghitung pakai bukti yang manusiawi, kita memakai iman,” ujar Mgr. Vitus.
Mgr. Vitus mensyukuri, atas keberhasilan dan selesainya pembangunan seminari dan pembinaan seminaris pada calon imam di Keuskupan Padang.
“Inilah tanda, bagaimana optimisme dan harapan mengalahkan segala kekhawatiran manusiawi. Kita percaya, kalau Tuhan yang membangun, tidak sia-sia semau yang kita buat,” ujarnya.
Mgr. Vitus berharap, semakin banyak panggilan dan seminaris yang bergabung untuk meretas jalan panggilan di Seminari Maria Nirmala. Ia berharap, banyak panggilan, dilahirkan, disemaikan di gedung baru seminari ini. Ia mohon berkat Tuhan untuk setiap Pembina, pembibing, dan formator di seminari ini.




