Diresmikan Mgr. Mandagi, Gereja St. Maria Fatima Kelapa Lima Jadi Ikon Baru Merauke

MERAUKE, Pena Katolik – Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC, secara resmi meresmikan Gereja Katolik Santa Maria Fatima, Kelapa Lima, Merauke, pada Minggu, 6 April 2026. Peresmian ini menandai babak baru bagi umat setempat yang kini memiliki gedung gereja megah dengan arsitektur bergaya gotik.

Dalam khotbahnya, Mgr. Mandagi memberikan apresiasi tinggi atas selesainya pembangunan gereja ini. Mengutip pesan Paus Leo XIV, Uskup menekankan bahwa gereja bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kehadiran Allah di tengah dunia.

“Gereja bukan hanya bangunan biasa, tetapi Bait Allah yang fondasinya adalah Kristus,” tegas Mgr. Mandagi.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Merauke yang telah memberikan “hadiah” berupa penyelesaian gedung gereja ini. Dalam kesempatan tersebut, Uskup juga memberikan catatan agar pemerintah memberikan perhatian serupa pada pembangunan gereja lain yang sedang berjalan, seperti Gereja St. Theresia Buti.

Lebih lanjut, Mgr. Mandagi mengingatkan umat untuk menjaga kesucian rumah Allah dan menghormati rumah ibadah agama lain. Beliau merefleksikan pengalaman pahit konflik di Ambon sebagai pelajaran berharga agar jangan sampai kepentingan politik atau pribadi merusak kerukunan.

“Jangan karena nafsu kepentingan, rumah ibadah dihancurkan. Merusak Bait Allah adalah perbuatan tidak suci. Gereja harus menjadi lambang persekutuan umat yang percaya pada Allah, hidup beriman tanpa rasisme, dan tanpa caci maki terhadap pelayan Tuhan,” pesannya.

Ketua Panitia Pembangunan, Agustinus Joko Guritno, mengungkapkan rasa harunya atas selesainya pembangunan yang penuh tantangan ini. Gereja lama yang berdiri sejak 1968 tersebut sebelumnya mengalami kerusakan berat pada struktur atap dan tiang, hingga akhirnya diputuskan untuk dibangun ulang.

Tokoh umat sekaligus arsitek gedung ini, Romanus Mbaraka (mantan Bupati Merauke), menjelaskan bahwa desain baru ini mengusung konsep arsitektur Gotik. Gereja ini menggunakan batu hitam yang meniru gaya gereja tua namun tetap elok. Untuk interior gereja terdiri dari dua lantai dengan plafon berbahan pilihan. Sementara itu, ada ciri khas dengan adanya candi yang menjulang ke langit, lengkungan pintu lancip, serta kaca pintu utama yang lebar untuk pencahayaan alami yang megah di area altar.

Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, mengungkapkan rasa bangganya sebagai warga Paroki Kelapa Lima. Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Papua Selatan, Ferdinandus Kanakaimmu, menyebut gereja ini telah menjadi ikon baru di Merauke yang akan memberi kekuatan spiritual bagi masyarakat.

Acara peresmian ini juga menjadi momen apresiasi bagi para pastor yang telah berdedikasi dalam proses pembangunan, mulai dari Romo James Kolomotang, MSC, mendiang Romo Gerry Ohoduan, MSC, mendiang Romo Agus Soplanit, hingga pastor paroki saat ini, Romo Anto Reyaan, MSC. (Agapitus Batbual/Merauke)

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini