Rabu, April 1, 2026

Mengenal Ordinariat Anglikan: Jembatan Warisan Anglikan dalam Gereja Katolik

LONDON, Pena Katolik – Ordinariat Anglikan bagi mantan umat Gereja Anglikan merupakan sebuah struktur kanonik unik di dalam Gereja Katolik. Struktur ini dirancang khusus untuk memungkinkan kelompok mantan umat dari Gereja Anglikan untuk bergabung sepenuhnya dengan Gereja Katolik, tanpa harus meninggalkan kekayaan warisan liturgi dan spiritualitas asli mereka. Kini Ordinariat Anglikan ini mencakup juga mantan umat dari Gereja Metodis.

Ordinariat ini berpijak pada Konstitusi Apostolik Anglicanorum Coetibus yang diterbitkan pada 4 November 2009. Secara yuridis, ordinariat memiliki kedudukan yang setara dengan keuskupan. Ia dianggap sebagai “gereja partikular” yang menjadi bagian utuh dari Gereja Katolik yang satu dan unik.

Namun, berbeda dengan keuskupan biasa yang dibatasi oleh wilayah geografis tertentu, Ordinariat Personal dapat berdiri di wilayah yang sama dengan keuskupan lain karena alasan ritus umat atau alasan khusus lainnya. Saat ini, terdapat tiga Ordinariat Anglikan utama di dunia: Ordinariat Takhta Santo Petrus yang Mencakup Amerika Serikat dan Kanada; Ordinariat Bunda Maria dari Walsingham yang Berpusat di London dan mencakup Inggris, Skotlandia, dan Wales; serta Ordinariat Bunda Maria dari Salib Selatan yang mencakup Australia, Selandia Baru, Jepang, Guam, dan Filipina.

Identitas dan Terminologi

Meskipun istilah “Ordinariat bagi mantan umat Anglikan” sering digunakan oleh sumber berita dan konferensi waligereja, keanggotaannya tidak secara eksklusif hanya untuk mereka yang berasal dari latar belakang Anglikan. Di Amerika Utara struktur ini menjadi “jembatan bagi persatuan Kristiani” dan kekuatan bagi ekumenisme sejati, dengan terus membangun hubungan dengan rekan-rekan yang masih berada di dalam Gereja Anglikan.

Penting untuk dipahami bahwa meskipun istilah “Ordinariat Anglikan” populer digunakan oleh media massa dan komunitas terkait, hal itu tidak berarti anggotanya masih berstatus Anglikan.

Umat ini adalah bagian dari Gereja Katolik yang satu, namun bergabung dengan membawa serta aspek warisan liturgi dan tradisi Anglikan mereka, yang selaras dengan iman Katolik. Secara yuridis, mereka adalah anggota Gereja Latin yang berada dalam persekutuan eksklusif dengan Gereja Katolik. Melalui struktur ini, kekayaan tradisi Anglikan kini menjadi bagian dari keragaman ritus dan tradisi yang memperkaya wajah universal Gereja Katolik.

Ordinariat ini berfungsi sebagai wadah di mana tradisi “monastik Inggris” dan keindahan liturgi Anglikan tetap hidup dan diakui sebagai kontribusi berharga bagi kekayaan identitas Gereja yang “Satu, Kudus, Katolik, dan Apostolik.”

Sejarah dan Motivasi

Pembentukan Ordinariat Personal melalui Konstitusi Apostolik Anglicanorum Coetibus pada tahun 2009 bukanlah sebuah keputusan yang terjadi secara mendadak. Hal ini merupakan puncak dari dialog panjang selama puluhan tahun dan respon resmi Takhta Suci terhadap serangkaian permohonan dari kelompok-kelompok Anglikan di seluruh dunia. Kelompok ini merindukan persatuan korporat (secara berkelompok) dengan Gereja Katolik.

Sejak awal 1980-an, dunia Anglikan mengalami ketegangan internal yang serius. Banyak umat Anglikan, khususnya dari kelompok Anglo-Katolik dan Continuing Anglican, merasa terasing akibat perubahan kebijakan di dalam Gereja Anglikan. Beberapa pemicu utamanya meliputi penahbisan perempuan sebagai imam dan uskup dalam Gereja Anglikan. Revisi pada liturgi tradisional juga mempengaruhi situasi ini. selanjutnya, perubahan ajaran moral, termasuk pemberkatan pasangan sesama jenis dan penahbisan uskup yang hidup dalam hubungan homoseksual menjadi faktor lain yang memoengaruhi.

Kardinal Walter Kasper pada tahun 2009 mencatat bahwa perubahan-perubahan ini menimbulkan ketegangan yang memicu gelombang permintaan kepada Vatikan untuk mencari jalan keluar bagi mereka. Mereka ini ingin bergabung dalam persekutuan dengan Roma, dan menjaga iman tradisional mereka.

Upaya awal dimulai di Amerika Serikat dengan sebuah melalui Ketentuan Pastoral yang disetujui oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1980. Kebijakan ini mengizinkan pembentukan paroki-paroki “Ritus Anglikan” di dalam keuskupan Katolik setempat.

Pada saat itu, sempat muncul ide untuk membuat struktur yang mirip dengan Ordinariat Militer (struktur non-teritorial). Namun, ide tersebut tidak langsung diwujudkan karena jumlah umat yang terlibat saat itu masih relatif kecil.

Petisi Bersejarah 2007

Titik balik terjadi pada Oktober 2007, ketika Traditional Anglican Communion (TAC), yang terdiri dari umat Gereja-Gereja Tradisional Anglikan di seluruh dunia yang berada di luar Persekutuan dengan Canterbury, mengajukan petisi resmi kepada Vatikan. Mereka meminta persatuan penuh Gereja Katolik.

Kardinal William Levada, Prefek Kongregasi Ajaran Iman saat itu, memberikan kepastian tertulis pada Juli 2008 bahwa Vatikan sedang mempertimbangkan secara serius prospek “kesatuan” tersebut.Pada 20 Oktober 2009, keputusan untuk membentuk ordinariat diumumkan secara serentak dalam konferensi pers di Roma dan London.

Konstitusi Apostolik resmi dirilis pada 9 November 2009. Mantan umat Anglikan diizinkan masuk ke dalam persekutuan penuh dengan tetap mempertahankan unsur-unsur warisan liturgi dan spiritualitas Anglikan yang khas. Diberikan dispensasi bagi mantan klerus Anglikan yang sudah menikah untuk ditahbiskan menjadi imam Katolik. Namun, karena alasan historis dan ekumenis, pria yang menikah tidak dapat ditahbiskan menjadi uskup.

Pemimpin ordinariat biasanya dipilih dari mantan klerus Anglikan, yang bisa berstatus sebagai imam atau uskup (jika selibat). Seminaris ordinariat akan dipersiapkan bersama seminaris Katolik lainnya, namun dapat dibentuk rumah formasi khusus untuk mendalami warisan Anglikan.

Langkah ini dipandang oleh Vatikan sebagai model kesatuan organik yang stabil, tidak hanya bagi TAC tetapi juga bagi kelompok-kelompok Anglikan lainnya yang mencari perlindungan spiritual di bawah naungan Takhta Suci, sekaligus menjadi tonggak penting dalam sejarah ekumenisme modern.

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini