Kisah Romo Magnis Tidak Sengaja “Membongkar” Kecurangan di Salah Satu Kementerian

JAKARTA, Pena Katolik – Aktivis Muslim, Siti Musdah Mulia mengenang ketika tahun 2015, sempat diundang menjadi wakil Indonesia ke Frankfurt Book Fair (FBF), Jerman. Saat itu, ia pergi bersama beberapa perwakilan lain, termasuk Romo Frans Magnis Suseno SJ. Rombongan Indonesia ini saat itu dikirim oleh salah satu Kementerian.

Beberapa hari sebelum keberangkatan, Romo Magnis menelpon Musdah Mulia. Imam kelahiran Jerman yang sejak 1977 sudah menjadi Warga Negara Indonesia itu heran, sebab biaya tiket kereta menuju ke Frankfurt sangatlah mahal. Sebagai seorang kelahiran Jerman, yang sering pergi ke negara itu, Romo Magnis tahu betul, tiket ke Frankfurt tidak semahal itu. DIlihat jumlahnya, anggaran tiket itu lebih besar beberapa kali lipat.

“Ibu Siti, apa ibu sudah melihat harga tiket kita ke Frankfurt? Itu kenapa mahal sekali,” kata Romo Magnis.

Musdah Mulia yang mendengar keterangan dari Romo Magnis pun ikut terkejut dan heran, masak harga tiket mereka sedemikian besar. Pada saat inilah, keduanya sadar, ada “permainan” dalam penganggaran untuk perwakilan Indonesia ke FBF itu.

Musdah Mulia berusaha menanyakan perihal biaya tiket itu. Namun, pihak kementerian bersikeras bahwa anggaran itu sudah sesuai.

“Di sinilah, Romo Magnis secara tidak sengaja membongkar kecurangan dalam anggaran kami ke FBF,” kenang Musdah Mulia saat menceritakan pengalaman itu ketika berbicara dalam Seminar “Pemikiran Magnis untuk Indonesia” dalam rangka Dies Natalis STF Driyarkara, Jakarta, ke-57, 28 Februari 2026. Musdah Mulia mengenal Romo Magnis sebagai pribadi sederhana dan jujur, ia tak takut menyuarakan kebenaran.

Musdah Mulia, Romo Magnis dan perwakilan Indonesia yang lain akhirnya berangkat ke FBF. Namun, Musdah Mulia mengingat, sejak peristiwa itu, ia tidak pernah lagi diminta menjadi perwakilan di kementerian itu.

“Setelah peristiwa itu, saya tidak pernah lagi diundang di Kementerian itu, tapi ya tidak apa-apa,” kata Musdah Mulia.

Tahun 2015 menjadi tonggak sejarah bagi dunia literasi Indonesia di panggung global. Sebagai Guest of Honour (Tamu Kehormatan) di Frankfurt Book Fair (FBF), Jerman, Indonesia mengusung tema “17.000 Islands of Imagination”. Romo Magnis dan Musdah Mulia menjadi representasi kuat dari wajah intelektualitas serta keberagaman Indonesia.

Kehadiran Romo Magnis, seorang rohaniwan Jesuit sekaligus filsuf kelahiran Jerman yang telah lama menjadi warga negara Indonesia, membawa perspektif mendalam mengenai etika dan dinamika sosial politik tanah air. Sedangkan Siti Musdah Mulia, seorang aktivis dan cendekiawan Muslim, memberikan warna penting mengenai wajah Islam yang inklusif, moderat, dan pro-demokrasi.

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini