MATALOKO, Pena Katolik – Suasana penuh syukur dan sukacita menyelimuti Kapela SMA Seminari Mataloko pada Sabtu 7 Maret 2026. Lembaga pendidikan calon imam tertua di Flores ini melaksanakan perayaan Ekaristi dalam rangka serah terima jabatan Praeses Seminari Mataloko dari Romo Tinus Ua kepada Romo Stef Wolo, sebagai praeses yang baru.
Momentum penting ini disaksikan langsung oleh para imam, pembina seminari, para siswa seminari (seminaris), serta umat yang hadir untuk memberikan dukungan doa bagi keberlanjutan tongkat estafet kepemimpinan di lembaga tersebut.
Misa serah terima ini dipimpin Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden SVD. Dalam homilinya, uskup memberikan refleksi mendalam mengenai makna jabatan “Praeses”. Secara interaktif, Uskup mengajak para siswa seminari untuk menggali asal kata tersebut.
Kata praeses berasal dari bahasa Latin “prae-sedere”, yang memiliki arti harfiah ‘duduk di depan’ atau ‘memimpin’. Istilah ini memiliki akar kata yang sama dengan “presiden”, yaitu sosok yang ‘ditempatkan di depan untuk mengarahkan sebuah komunitas’.
Mgr. Budi memberikan catatan penting bahwa dalam konteks seminari, jabatan ini adalah sebuah tanggung jawab pelayanan yang berakar pada semangat Injil. Ia mengaitkan tugas seorang praeses dengan gambaran “Gembala yang Baik”. Tuhan adalah Gembala utama, dan seorang pemimpin di seminari dipanggil untuk mengambil bagian dalam tugas kegembalaan Ilahi tersebut.
“Tugas pemimpin adalah membawa seluruh anggota komunitas kepada Tuhan sendiri,” ujarnya.
Pemimpin harus mengenal orang-orang yang dipimpinnya. Namun, pengenalan tersebut harus didasari oleh kasih, bukan untuk mencari-cari kelemahan atau menekan sesama. Perayaan serah terima jabatan ini menandai babak baru bagi Seminari Mataloko di bawah kepemimpinan Romo Stef Wolo Itu.



