Merauke, Pena Katolik – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Merauke resmi memulai pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) bagi siswa kelas XII tahun pelajaran 2025/2026. Kegiatan yang dibuka pada Senin (2/3/2026) ini bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman dan kesiapan siswa sebelum memasuki dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan.
Vikjen Keuskupan Agung Merauke, Romo Hendrikus Kariwop, MSC, menyatakan dukungan penuhnya terhadap langkah sekolah dalam mengevaluasi kemampuan para siswa. Menurutnya, UKK bukan sekadar ujian teknis, melainkan momen penting untuk memetakan capaian pembelajaran selama tiga tahun terakhir.
“Ini adalah bentuk evaluasi untuk melihat bagian mana yang kurang dan perlu penambahan jam pelajaran. Namun, yang terpenting adalah para siswa tidak hanya dibekali ilmu, tetapi juga karakter yang kuat seperti rendah hati dan ketaatan dalam berdoa,” ujar Romo Hendrikus.
Ia menekankan bahwa moralitas dan karakter mumpuni adalah kunci agar lulusan SMK Negeri 3 tidak sekadar mengejar materi, tetapi juga memiliki integritas. Romo Hendrikus turut menyoroti tantangan generasi muda saat ini yang rentan terpengaruh dampak negatif teknologi, seperti konsumsi minuman keras dan perilaku kekerasan.
“Generasi muda Merauke harus berani menolak hal-hal tidak terpuji seperti kekerasan, mencuri, atau ketidakpatuhan kepada guru dan orang tua. Mereka harus dilatih mandiri dan memiliki sikap toleransi,” tegasnya.
Kepala SMK Negeri 3 Merauke, Febry Palalangan Rombe, menjelaskan bahwa sekolahnya tetap fokus pada bidang Teknologi dan Rekayasa. Tahun ini, sebanyak 221 siswa kelas XII mengikuti UKK yang terbagi ke dalam 11 Kompetensi Keahlian, di antaranya: Teknik Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan; Teknik Konstruksi dan Perumahan; Teknik Pengelasan dan Fabrikasi Logam; Teknik Pemesinan; Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi; Teknik Rekayasa Perangkat Lunak; Teknik Instalasi Tenaga Listrik; Teknik Elektronika Industri; Teknik Kendaraan Ringan dan Teknik Desain Komunikasi Visual.
Kegiatan UKK ini berlangsung selama 10 hari, mulai dari tanggal 2 hingga 13 Maret 2026. Untuk menjaga objektivitas dan standar industri, sekolah melibatkan Asesor/Penguji Eksternal dari Dunia Usaha dan Dunia Industri Kerja (DUDIKA) yang didampingi oleh tim verifikasi internal dari dewan guru.
“UKK adalah langkah konkret pemerintah untuk menjamin mutu lulusan SMK sesuai standar kerja. Kami ingin memastikan mereka siap bersaing dengan kecerdasan intelektual, kematangan emosional, dan kekuatan rohani sesuai visi-misi sekolah,” pungkas Febry.
Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke, Romanus Kande Kahol, serta seluruh jajaran dewan guru. (Laporan: Agapitus Batbual/Merauke)



