ABU DHABI, Pena Katolik – Seiring meningkatnya kecemasan regional akibat eskalasi militer di Timur Tengah, Vikariat Apostolik Arabia Selatan mengeluarkan imbauan pastoral mendesak bagi komunitas Katolik di Uni Emirat Arab (UEA), Oman, dan Yaman. Pesan yang ditandatangani oleh Uskup Paolo Martinelli, OFM Cap, tersebut meminta umat untuk tetap tenang dan waspada.
Dalam pernyataan resminya, Mgr. Martinelli mengimbau seluruh umat beriman untuk “tetap tenang dan damai” serta “mengikuti dengan cermat” setiap instruksi yang dikeluarkan oleh otoritas sipil setempat.
Selain arahan praktis terkait keamanan, Uskup Martinelli menekankan pentingnya respons spiritual. Ia mengajak lebih dari 1,1 juta umat Katolik di wilayah tersebut—yang mayoritas merupakan ekspatriat—untuk bersatu dalam doa.
Seruan ini muncul menyusul serangan balasan Iran terhadap sasaran Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026. Konflik tersebut dengan cepat meluas ke beberapa negara yang menampung pasukan AS serta infrastruktur regional utama.
Menanggapi eskalasi ketegangan yang kian memanas di Timur Tengah, Keuskupan Agung Manila, Filipina mengeluarkan seruan mendesak kepada seluruh umat beriman untuk bersatu dalam doa demi terciptanya perdamaian dunia.
Seruan ini disampaikan langsung oleh Kardinal Jose Advincula OP (Uskup Agung Manila), menyusul rangkaian serangan udara antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang terjadi sepanjang akhir pekan lalu. Situasi tersebut telah memicu kekhawatiran global akan terjadinya konflik bersenjata yang lebih luas.
Melalui surat edaran resmi yang ditandatangani oleh Kanselir Romo Carmelo Arada Jr., Kardinal Advincula meminta seluruh klerus, komunitas religius, dan kaum awam di wilayah Keuskupan Agung Manila untuk menyertakan doa khusus dalam setiap perayaan Ekaristi.
Langkah ini diambil sebagai bentuk solidaritas spiritual terhadap mereka yang terdampak konflik di wilayah Teluk. Sebagai salah satu keuskupan agung terbesar di Asia, Manila kerap menjadi garda terdepan dalam menyuarakan perdamaian, mengingat banyaknya warga Filipina yang bekerja sebagai ekspatriat di kawasan Timur Tengah.



