Kamis, Februari 26, 2026

Uskup Ruteng Ajak Umat Cikarang Perkuat Tiang Imamat Imam Diosesan

CIKARANG, Pena Katolik – Suasana khidmat menyelimuti Gereja Katolik Ibu Teresa Cikarang pada Minggu pagi (15/2/2026). Ratusan umat hadir bukan sekadar untuk merayakan Ekaristi rutin, melainkan untuk menyatukan hati dalam aksi nyata mendukung masa depan para imam projo (diosesan) di seluruh Indonesia melalui penggalangan dana pembinaan.

Perayaan Ekaristi ini dipimpin langsung oleh Uskup Ruteng sekaligus Pembina Unio Indonesia, Mgr. Siprianus Hormat. Beliau didampingi oleh Uskup Emeritus Pontianak, Mgr. Agustinus Agus, jajaran pengurus Unio Indonesia, serta Pastor Paroki Cikarang, R.D. Robertus Guntur Dewantoro.

Dalam khotbahnya, Mgr. Siprianus menekankan bahwa esensi Gereja sejati bukanlah kemegahan bangunan fisik, melainkan sebuah persekutuan yang hidup. Ia mengajak umat untuk menyadari tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlanjutan panggilan para imam.

“Mari kita bergandengan tangan membangun tiang kokoh imamat imam projo di seluruh Indonesia,” ajak Mgr. Siprianus di hadapan umat yang hadir.

Pesan paling menyentuh dalam liturgi tersebut adalah pengingat bahwa seorang imam adalah manusia biasa yang tidak luput dari pergulatan batin. Mgr. Siprianus menegaskan bahwa integritas seorang imam tidak runtuh secara mendadak, melainkan sering kali bermula dari hal-hal kecil yang terabaikan.

Beberapa tantangan manusiawi yang disoroti antara lain, kelelahan fisik dan mental yang tidak diakui; rasa kesepian yang tidak tertangani dengan baik; kesalahan-kesalahan kecil yang dibiarkan menumpuk. Selanjutnya, Luka batin yang dipendam sendiri tanpa pendampingan.

“Imam bukan robot rohani. Mereka juga manusia dan imamat tidak pernah bertumbuh dalam ruang hampa,” tegas Mgr. Siprianus. Oleh karena itu, beliau memandang pembinaan berkelanjutan (ongoing formation) sebagai kebutuhan mutlak, bukan sekadar pelengkap, agar para imam tetap setia, bersih hati, serta matang secara emosi dan karakter.

Kegiatan penggalangan dana ini menegaskan prinsip bahwa kuantitas imam yang banyak tidak menjamin kualitas pelayanan tanpa dukungan pembinaan yang tepat. Melalui dana yang terkumpul, Unio Indonesia berkomitmen memastikan para imam projo tidak hanya “ada” secara jumlah, tetapi juga terampil dalam mengelola integritas dan kemurnian hidup.

Dengan mendukung pembinaan ini, umat sejatinya sedang berinvestasi bagi masa depan Gereja lokal di Indonesia. Imam yang matang secara kepribadian diyakini akan menjadi berkat yang nyata bagi keluarga, kaum muda, hingga kaum marginal di tengah masyarakat.

“Di atas semuanya, mari kita doakan para imam agar mereka setiap hari memilih hidup yang bertumbuh dalam hikmat Allah dan hidup dalam integritas hati,” tutup Mgr. Siprianus mengakhiri pesannya.

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini