BURGOS, Pena Katolik – Mgr. Mario Iceta (Uskup Agung Burgos, Spanyol) mencabut ekskomunikasi terhadap dua mantan biarawati Klaris Miskin. Pencabutan ini menandai kembalinya mereka ke pangkuan Gereja Katolik.
Kedua suster tersebut, sebelumnya merupakan bagian dari kelompok biarawati yang memicu skisma (perpecahan) pada Mei 2024. Saat itu, komunitas Klaris di Belorado mengeluarkan manifesto yang menyatakan keluar dari Gereja pasca-Konsili Vatikan II. Mereka mengklaim takhta kepausan kosong (sedevacantism) sejak wafatnya Paus Pius XII. Akibat tindakan ini, 10 biarawati dijatuhi sanksi ekskomunikasi dan dikeluarkan dari status religius pada Juni 2025.
Keuskupan Agung Burgos mengonfirmasi bahwa Suster Paz telah meninggalkan kelompok skismatik tersebut sejak musim panas 2024, disusul oleh Suster Adriana pada Oktober di tahun yang sama. Selanjutnya, keduanya menjalani bimbingan spiritual secara rendah hati dan penuh syukur mengikuti arahan yang ditetapkan oleh Takhta Suci, sebelum diterima kembali dalam Gereja Katolik.
“Ekskomunikasi adalah tindakan hukum yang dianggap Gereja sebagai ‘tindakan medis’, yang bertujuan untuk mendorong refleksi dan pertobatan pribadi,” tulis Mgr. Iceta dalam suratnya. Ia menambahkan bahwa Gereja, sebagai ibu yang penuh belas kasih, selalu siap menyambut anak-anaknya yang ingin pulang, selayaknya kisah Anak yang Hilang dalam Injil.
Meski telah kembali ke dalam persekutuan penuh, keduanya saat ini berstatus sebagai umat awam. Keuskupan menegaskan bahwa jika mereka ingin kembali menjadi biarawati, mereka harus mengikrarkan kaul baru di biara pilihan mereka.
Mgr. Iceta mengajak seluruh komunitas religius dan umat untuk menyambut mereka dengan kasih persaudaraan. Mengutip Injil Lukas, ia mengingatkan bahwa akan ada sukacita yang lebih besar di surga karena satu orang berdosa yang bertobat daripada sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.
Saat ini, Komunitas Sr. Klaris masih bertahan di Belorado dan dikepalai Suster Amparo, yang menolak skisma. Di komunitas itu ada empat suster lansia yang masih hidup.




