Sabtu, Januari 31, 2026

Misa Syukur 129 Tahun Kelahiran Mgr. Albertus Soegijapranata Digelar di Semarang, Proses Beatifikasinya Menjadi Ikhtiar Bersama

SEMARANG, Pena Katolik – Perayaan Ekaristi Syukur memperingati 129 tahun kelahiran Uskup pribumi pertama Indonesia, Mgr. Albertus Soegijapranata, SJ, digelar di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal, Semarang, Semarang, 25 November 2025. Misa ini dipimpin oleh Rm. Materius Kristiyanto, Pr, Rm. Synesius Suyitna, SJ, dan Rm. Sbastianus Prasetya Aditama N., Pr.

Perayaan yang diselenggarakan oleh The Soegijapranata Institute (TSI) Soegijapranata Catholic University (SCU) ini dihadiri oleh sivitas akademika SCU, Yayasan Sosial Soegijapranata, Yayasan Kesejahteraan Keluarga Soegijapranata, Ikatan Sarjana Katolik (ISKA), Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), Pemuda Katolik, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), serta umat dari Keuskupan Agung Semarang (KAS).

Dalam homili, Rm. Kristiyanto menegaskan tiga prinsip hidup Mgr. Soegijapranata yang dikutip Rm. Mangunwijaya dari pepatah Gereja Katolik: In dubiis libertas – dalam hal-hal yang meragukan, bebas; In necessariis unitas – dalam hal-hal penting, kesatuan; dan In omnibus caritas – dalam segala hal, kasih. Prinsip-prinsip tersebut menjadi pegangan Mgr. Soegija dalam menghadapi masa kritis dan krisis.

Rm. Kristiyanto menekankan bahwa Mgr. Soegija selalu membuka ruang kreativitas dalam hal yang tidak dogmatis, mendorong penyesuaian Gereja dengan budaya lokal, serta membangun dialog dengan masyarakat luas. Kesetiaannya terhadap persatuan Indonesia, termasuk keputusan memindahkan pusat keuskupan ke Bintaran di masa genting, menjadi bukti nyata prinsip In necessariis unitas. Sementara sikap In omnibus caritas tampak dalam keberpihakannya kepada kaum kecil tanpa memandang suku, agama, maupun pandangan politik.

“Kita dipanggil untuk meneruskan karya dan kasih itu melalui hidup, pekerjaan, dan pelayanan kita masing-masing,” ajak Rm. Kristiyanto.

Rektor SCU, Robertus Setiawan Aji Nugroho menegaskan bahwa peringatan kelahiran Mgr. Soegija menjadi pengingat untuk setia pada nilai-nilai yang diwariskan, khususnya nilai kemanusiaan. Ia menjelaskan bahwa semangat “Joyful Campus, Joyful Futures” yang menjadi arah pengembangan kampus berakar dari spiritualitas Mgr. Soegijapranata: mendidik dan mengajar harus membahagiakan agar mahasiswa sungguh berkembang.

Saat ini, SCU turut terlibat bersama berbagai elemen Gereja tengah mempersiapkan proses beatifikasi Mgr. Soegija.

“Soegijapranata bukan milik satu lembaga, tetapi milik kita semua. Harapannya proses beatifikasi menjadi ikhtiar bersama agar keteladanan beliau semakin menancap dalam hati kita,” ungkapnya.

Beatifikasi merupakan proses resmi Gereja Katolik untuk menyatakan bahwa seseorang hidup dalam kesucian dan dapat dihormati secara terbatas di wilayah tertentu. Gelar yang diberikan pada tahap ini adalah Beato/Beata, sebelum akhirnya menuju tahap kanonisasi, yaitu penetapan sebagai Santo atau Santa yang dihormati secara universal di seluruh dunia.

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini