JAKARTA, Pena Katolik — Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menggelar Sidang Tahunan II tahun 2026 di Gedung KWI, Jakarta, yang berlangsung pada 4–12 November 2026. Pertemuan para uskup se-Indonesia ini menjadi momentum penting bagi Gereja Katolik untuk merumuskan langkah pastoral konkret di tengah berbagai persoalan bangsa, mulai dari ketimpangan ekonomi, kemiskinan, korupsi, kerusakan lingkungan, intoleransi, hingga menurunnya kepercayaan publik.
Dalam pengantar pembukaan sidang pada Rabu, 4 November 2026, Ketua KWI Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC, menegaskan bahwa keprihatinan atas kondisi bangsa tidak boleh berhenti sebatas catatan dan wacana.
“Gereja tidak cukup hanya menyuarakan keprihatinan, tetapi harus menghadirkan harapan melalui tindakan nyata.”
Sidang KWI kali ini, para uskup menyambut Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN, Mgr. Walter Erbì, yang tiba di Indonesia pada 2 September 2026. Kehadiran Nunsius Apostolik diharapkan semakin mempererat persekutuan Gereja lokal dengan Bapa Suci. Mgr. Anton menyampaikan terima kasih atas kesediaan Mgr. Walter Erbì untuk berjalan bersama Gereja Indonesia.
Pembukaan Sidang Tahunan II KWI 2026 ini juga dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama RI, Albertus Magnus Adiyarto Sumardjono, S.E., M.Hum. Dalam sambutannya, beliau menegaskan komitmen Ditjen Bimas Katolik untuk terus menjadi mitra strategis Gereja Katolik melalui dialog yang terbuka, jujur, dan berkesinambungan demi merespons tantangan ketahanan ekonomi, lingkungan hidup, dan dinamika sosial bangsa.
