VATIKAN, Pena Katolik— Paus Leo XIV mengimbau umat Kristiani di kawasan Timur Tengah dan Eropa Timur untuk terus berjuang demi terwujudnya perdamaian di wilayah-wilayah yang rentan terhadap persekusi agama. Pesan tersebut disampaikan dalam audiens pribadi bersama delegasi L’Œuvre d’Orient dan Institut Chrétiens d’Orient (ICO) di Vatikan pada Rabu, 4 November 2026 lalu.
Kunjungan delegasi ini berlangsung menjelang konferensi perdamaian Timur Tengah yang diselenggarakan ICO di Roma pada 5–6 November 2026. L’Œuvre d’Orient merupakan organisasi nirlaba asal Prancis yang konsisten mendampingi komunitas Kristen yang tertindas di wilayah tersebut sejak 1856.
Paus Leo XIV menyoroti pentingnya dialog lintas disiplin. Menurutnya, dialog antara filsafat dan disiplin ilmu lainnya memungkinkan menemukan kembali makna dari kata dan konsep yang digunakan.
“Dialog antara iman dan akal budi, budaya dan sejarah, adalah jalan yang tak terelakkan menuju keadilan dan rekonsiliasi,” ujar Paus Leo XIV.
Pernyataan ini mengemuka di tengah meningkatnya gelombang persekusi terhadap umat Kristiani di berbagai belahan dunia, termasuk di Tanah Suci. Laporan terbaru organisasi Aid to the Church in Need (ACN) periode 2024–2026 mencatat setidaknya 220 juta umat Kristen menghadapi persekusi, sementara 413 juta jiwa hidup di negara-negara dengan kebebasan beragama yang terancam. Menanggapi situasi tersebut, Paus mendorong umat untuk menghadirkan perdamaian yang tulus, rendah hati, dan berorientasi pada harapan.
“Dengan merenungkan kriteria perdamaian yang adil dan abadi, khususnya di Timur Tengah dan Eropa Timur, Anda sekalian menjadi pelayan dari perdamaian yang tidak bersenjata dan melucuti permusuhan, yang rendah hati namun tekun,” tutur Sang Pontifex.
“Maka, jadilah penyebar harapan melalui pemikiran dan tindakan nyata Anda, dengan tetap menjaga kerendahan hati sebagaimana diajarkan dalam Injil: ‘Yang seorang menabur dan yang lain menuai’ (Yoh. 4:37),” pungkasnya.
