Membaca Tanda-Tanda Zaman

Jumat, 23 Oktober 2026
Lukas 12:54–59

Sebagai orang Katolik, kita dipanggil untuk menjadi pembawa perubahan. Kita tidak dipanggil untuk hanya berdiam diri atau bungkam menghadapi berbagai hal yang terjadi di sekitar kita. Sebaliknya, kita diajak menghadirkan perubahan yang baik dan ikut menjadikan dunia tempat yang lebih baik.

Gereja memiliki ungkapan yang indah: Ecclesia semper reformanda — Gereja harus selalu diperbarui. Ungkapan ini mengingatkan kita bahwa Gereja perlu terus-menerus memeriksa diri, membaca tanda-tanda zaman, dan menanggapi kebutuhan serta tantangan dunia. Gereja tidak dapat bersikap acuh terhadap apa yang dialami banyak orang. Gereja dipanggil untuk memahami kenyataan zaman ini dan memberikan sumbangan yang diterangi oleh Injil.

Dalam Injil hari ini, Yesus menantang orang-orang untuk mengenali dan menafsirkan tanda-tanda zaman. Ajakan ini juga ditujukan kepada kita. Sebagai anggota Gereja, kita dipanggil untuk memperhatikan apa yang sedang terjadi di tengah masyarakat. Namun, membaca tanda-tanda zaman tidak selalu mudah. Kadang-kadang kita begitu larut dalam keadaan hingga hanya ikut terbawa arus. Di lain waktu, kita merasa nyaman dengan keadaan yang ada dan tidak lagi bertanya apakah semuanya itu benar.

Sebagai orang beriman, kita dipanggil untuk melakukan lebih daripada sekadar mengikuti apa yang terjadi di sekitar kita. Kita perlu belajar memandang kenyataan dunia dengan mata iman, terutama ketika menghadapi krisis sosial dan berbagai kesulitan. Kita diajak bertanya kepada diri sendiri: Di manakah Allah dalam situasi ini? Apa yang Ia minta untuk kita lakukan? Bagaimana kita dapat menanggapinya sebagai orang Kristiani?

Saudara-saudari terkasih, janganlah kita membiarkan diri terbawa oleh setiap gelombang perubahan. Sebaliknya, kita dipanggil untuk memahami perubahan itu, membedakan mana yang baik, dan membantu menghadirkan hal-hal terbaik di dalamnya. Yesus sendiri membawa perubahan, tetapi banyak orang sulit memahami pesan-Nya karena pesan itu menantang cara mereka berpikir dan menjalani hidup.

Maka, ketika perubahan datang ke dalam hidup dan masyarakat kita, pertanyaannya bukan hanya apakah kita menerima atau menolaknya. Pertanyaan yang lebih mendalam ialah: Bagaimana kita mengenali kehadiran Allah di tengah perubahan itu, dan bagaimana kita dapat menjadi alat kebaikan-Nya di dunia?

Semoga kita dianugerahi keberanian untuk membaca tanda-tanda zaman, kebijaksanaan untuk mengenali kehendak Allah, dan kerelaan untuk membawa terang Injil ke dalam setiap situasi yang kita hadapi.

“Tuhan, bukalah mata kami agar mampu mengenali tanda-tanda zaman. Berilah kami kebijaksanaan untuk memahami kehendak-Mu, keberanian untuk menanggapi tantangan dunia, dan hati yang murah hati agar kami menjadi alat kebaikan-Mu serta membawa perubahan yang baik bagi kehidupan sesama. Amin.”

*Rm. EL, OP

Komentar

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini